Selasa 17 Januari 2023, 10:19 WIB

Guru-guru Venezuela Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan Upah

Guru-guru Venezuela Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan Upah di Tengah Lonjakan Inflasi | Internasional
Guru-guru Venezuela Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan Upah

monitor.civicus.org
Ilustrasi

 

Para guru, pensiunan, dan serikat pekerja telah berdemonstrasi di setidaknya enam Kota di Venezuela untuk menuntut gaji yang lebih baik karena pemerintah Presiden Nicolas Maduro menghadapi tantangan baru dalam upayanya untuk memerangi inflasi.

Inflasi Venezuela diperkirakan mencapai 305 persen tahun lalu, menurut sekelompok ekonom non-pemerintah yang menghitung indikator tanpa adanya data resmi.

Pemerintah belum menyesuaikan gaji pegawai sektor publik sejak Maret tahun lalu. Padahal ini menjadi bagian dari upaya untuk mengurangi pengeluaran dan meningkatkan pajak yang memungkinkan Venezuela keluar dari hiperinflasi.

Tetapi pada paruh kedua tahun lalu, permintaan mata uang asing melampaui pasokan dolar mingguan yang disediakan oleh bank sentral dan bolivar Venezuela terdepresiasi lebih lanjut.

Diketahui, gaji bulanan minimum untuk seorang guru sekolah negeri adalah sekitar US$10. Sementara profesor universitas mendapatkan antara US$60 hingga US$80.

"Gaji kami adalah kacang tanah. Saya mendapatkan 460 bolivar sebulan (sekitar US$23)," kata Odalis Aguilar, seorang guru berusia 50 tahun yang melakukan unjuk rasa di Kota Maracay. "Kami membutuhkan upah yang layak,” ujarnya.

Di negara bagian tengah Carabobo, para guru dan pegawai sektor publik juga mengadakan demonstrasi, mengatakan bahwa gaji mereka tidak menutupi biaya makanan dan obat-obatan. "Makanan kami adalah karbohidrat, tidak ada protein, sedikit sayuran, sangat mendasar," kata Reina Sequera, seorang profesor di Universitas Carabobo dan pencari nafkah utama dalam keluarganya yang terdiri dari tiga orang.

"Kami bahkan tidak mampu membeli acetaminophen,” tegasnya.

Wakil Presiden Diosdado Cabello dari partai yang berkuasa mengatakan kondisi perselisihan ekonomi disebabkan oleh sanksi yang dijatuhkan pada pemerintahnya oleh Amerika Serikat.

Para guru juga menggelar aksi unjuk rasa di negara bagian Barat Zulia dan Lara. Selama akhir pekan, pemerintah membayar pegawai negeri dengan bonus yang setara dengan US$29,80.

Puluhan guru juga berdemontrasi di San Cristobal, ibu kota negara bagian perbatasan Tachira. "Bonus tidak mencapai US$30. Apakah itu yang membuat Maduro hidup? Anda melemparkan remah-remah kepada kami," kata Gladys Chacon, presiden Sekolah Tinggi Guru Tachira. (Aljazeera/OL-12)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Fauzan

Restoran di Jerman Berlakukan Denda Jika tak Habiskan Makanan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 16:09 WIB
Restoran China Fang di Rhauderfehn, misalnya, akan membebankan biaya tambahan 10 euro (sekitar Rp162.000) kepada para tamu yang menyisakan...
AFP

Kim Jong-un Unjuk Rudal Antarbenua dan Nuklir

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 09 Februari 2023, 14:21 WIB
Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mempertontonkan rudal balistik antarbenua (ICBM) dan hulu ledak nuklor dalam parade militer besar...
AFP

KBRI Damaskus Pastikan tidak Ada WNI Jadi Korban Gempa Turki-Suriah

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 09 Februari 2023, 14:13 WIB
KBRI Damaskus mencatat terdapat 836 orang WNI yang memiliki izin tinggal di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya