Jumat 09 September 2022, 12:03 WIB

Ucapan Belasungkawa Para Pemimpin Dunia untuk Ratu Elizabeth II

Cahya Mulyana | Internasional
Ucapan Belasungkawa Para Pemimpin Dunia untuk Ratu Elizabeth II

AFP
Ratu Elizabeth II

 

Penguasa terlama dalam sejarah Inggris, Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada Kamis (8/9) di usia 96 tahun. Kabar duka ini diumumkan Istana Buckingham.

Sebagai Ratu Inggris dan 14 kerajaan lainnya, dan kepala Persemakmuran 54 negara, Elizabeth II dengan mudah menjadi kepala negara yang paling dikenal di dunia.

Perdana Menteri Inggris, Liz Truss mengatakan kematian Ratu Elizabeth II adalah kejutan besar bagi bangsa dan dunia. Truss juga yang mengumumkan kematian Ratu kepada seluruh dunia. Padahal dua hari lalu ia bertemu dengan sang ratu yang memintanya membentuk pemerintahan baru.

"Ratu adalah batu di mana Inggris modern dibangun, dan negara kita telah berkembang di bawah pemerintahannya," ucap Truss.

Sementara Presiden Prancis, Emmanuel Macron memberikan penghormatan terakhir kepada Ratu Elizabeth II. Ia mengatakan, Ratu Elizabeth II mewujudkan kesinambungan dan persatuan bangsa Inggris selama lebih dari 70 tahun.

"Saya ingat dia sebagai teman Prancis, seorang ratu baik hati yang telah meninggalkan kesan abadi di negara dan abadnya," katanya.

Perdana Menteri Belgia, Alexander De Croo juga turut mengirimkan belasungkawa kepada Keluarga Kerajaan dan rakyat Inggris atas kematian Ratu Elizabeth II.

"Semoga Yang Mulia Ratu Elizabeth II beristirahat dalam damai. Selama lebih dari 70 tahun, dia adalah mercusuar stabilitas dan martabat bagi rakyat Inggris," ujar De Croo.

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden dan ibu negara, Jill Biden mengatakan Ratu mendefinisikan sebuah era. Ia menyampaikannya dalam pesan penghormatan untuk Ratu Elizabeth II.

"Dalam dunia yang terus berubah, dia adalah kehadiran yang mantap dan sumber kenyamanan dan kebanggaan bagi generasi warga Inggris, termasuk banyak orang yang tidak pernah mengenal negara mereka tanpa dia," jelasnya.

Menurutnya, kekaguman terhadap Ratu Elizabeth II abadi karena menyatukan orang-orang di seluruh Persemakmuran. "Tujuh dekade pemerintahannya yang bersejarah menjadi saksi zaman kemajuan manusia yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kemajuan martabat manusia. Dan dia, pada gilirannya mendedikasikan seluruh hidupnya untuk pelayanan mereka," ucap Biden.

Kanselir Jerman, Olaf Scholz mengatakan, Ratu Elizabeth II merupakan model dan inspirasi bagi jutaan orang, termasuk di Jerman. "Komitmennya untuk rekonsiliasi Jerman-Inggris setelah Perang Dunia II tidak akan terlupakan. Ia akan dikenang," ucap Scholz.

Perdana Menteri Portugal, Antonio Costa mengatakan, sangat sedih saat mendengar berita kematian Ratu Elizabeth II. "Pemerintahannya selama 70 tahun telah menandai sejarah Inggris sejak perang dunia kedua. Belasungkawa tulus saya kepada keluarga kerajaan dan masyarakat Inggris," ujarnya.

Kemudian Perdana Menteri India, Narendra Modi juga menyampaikan penghormatan terakhirnya kepada Ratu Elizabeth II. Sebagai salah satu negara Persemakmuran, Modi mengatakan, Ratu Elizabeth II akan dikenang sebagai pendukung zaman.

"Dia memberikan kepemimpinan yang menginspirasi bangsa dan rakyatnya. Dia mempersonifikasikan martabat dan kesopanan dalam kehidupan publik," ucapnya.

"Kami sedih karena kematiannya. Pikiran saya bersama keluarga dan orang-orang Inggris di saat yang menyedihkan ini," seru Modi.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky juga mengucapkan belasungkawa atas kematian Ratu Elizabeth II, di tengah perangnya dengan Rusia.

"Atas nama rakyat, kami menyampaikan belasungkawa tulis kepada keluarga kerajaan, seluruh Inggris dan Persemakmuran atas kehilangan yang tidak dapat diperbaiki ini. Pikiran dan doa kami menyertai Anda," katanya.

Selain mereka, Perdana Menteri, Australia Anthony Albanese juga mengatakan pemerintahan bersejarah dan umur panjang yang diabdikan untuk tugas, keluarga, iman dan pelayanan telah berakhir dengan meninggalnya Ratu Elizabeth II.

"Pemerintah dan rakyat Australia menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga kerajaan, yang berduka untuk ibu, nenek, dan nenek buyut tercinta orang yang selama ini menjadi kekuatan batin terbesar mereka," katanya.

"Hati orang Australia tertuju kepada masyarakat Inggris yang berduka hari ini, mengetahui bahwa mereka akan merasa telah kehilangan bagian dari apa yang membuat bangsa mereka utuh," lanjut Albanese.

Ia mengutip dari pernyataan Ratu Elizabeth II, 'kesedihan adalah harga yang kita bayar untuk cinta'. "Ini adalah kehilangan yang kita semua rasakan, karena hanya sedikit yang mengenal dunia tanpa Ratu Elizabeth II."

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro juga turut memberikan penghormatan terakhir bagi sang ratu. Ia mengatakan, negaranya akan mengadakan tiga hari berkabung resmi untuk menghormati Ratu Elizabeth II.

Menurutnya, Ratu Elizabeth II tidak hanya sebagai Ratu Inggris, tapi 'Ratu kita semua'. Bolsonaro menambahkan, ia adalah perempuan yang luar biasa dan unik dengan teladan kepemimpinan dan kerendahan hati.

"Dan cintanya untuk tanah airnya akan terus menginspirasi kita dan seluruh dunia sampai akhir zaman," pungkasnya. (All source/OL-12)

Baca Juga

Dok. Kedubes Tiongkok

Lembar Fakta: Pencapaian Pembangunan Ekonomi dan Sosial Tiongkok

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 14:26 WIB
Jumlah netizen China telah berkembang menjadi 1,032 miliar, dan tingkat pencakupan Internet mencapai 73%. Pada tahun...
Dok. Kedubes Tiongkok

Lembar Fakta: Perkembangan Hubungan Tiongkok-Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 14:22 WIB
Kedua negara mempertahankan pertukaran tingkat tinggi yang intensif. Sejak COVID-19 dimulai, Presiden Xi Jinping dan Presiden Joko Widodo...
Dok. Kedubes Tiongkok

Semoga Hubungan Tiongkok-RI Capai Kesuksesan Lebih Besar

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 14:20 WIB
“Dalam 10 tahun terakhir, keberhasilan baru perekono­mian telah tercapai. PDB Tiong­kok melampaui 100 triliun RMB, proporsi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya