Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Rusia mengeluhkan laporan pengawasan nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia. Pasalnya Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tidak mengungkapkan Ukraina turut serta dalam merusaknya.
"Kami menyesal bahwa dalam laporan Anda (IAEA)... sumber penembakan tidak disebutkan secara langsung," kata Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya.
Ia mengungkapkan kekecewaan itu di hadapan Kepala IAEA Rafael Grossi saat peluncuran laporan tersebut secara virtual. Menurut dia IAEA seharusnya tegas mengungkap bahwa Ukraina melakukan banyak tembakan ke PLTN tersebut.
"Kami memahami posisi Anda (Grossi) sebagai regulator internasional, tetapi dalam situasi saat ini, sangat penting untuk menyebut sesuatu dengan nama mereka," terangnya.
IAEA dalam laporan itu menyerukan zona demiliterisasi di luar PLTN terbesar di Eropa tersebut. Rusia meminta IAEA menelusuri kerusakan PLTN Zaporizhzhia banyak disebabkan karena provokasi Ukraina.
"Jika provokasi oleh rezim Kyiv berlanjut, tidak ada jaminan bahwa tidak akan ada konsekuensi serius, dan tanggung jawab untuk itu sepenuhnya berada di tangan Kyiv dan pendukung Baratnya serta semua anggota Dewan Keamanan lainnya," kata Nebenzya.
Sementara negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat (AS), mengecam keberatan Rusia atas laporan IAEA tersebut. Diplomat senior AS, Jeffrey DeLaurentis mengatakan masalah mendasarnya karena invasi Rusia.
"Meskipun Rusia bernyanyi dan menari di sini hari ini untuk menghindari tanggung jawab atas tindakannya, Rusia tidak memiliki hak untuk mengekspos dunia pada risiko yang tidak perlu dan kemungkinan bencana nuklir," katanya.
Ukraina juga mendukung AS. Duta Besar Ukraina untuk PBB, Sergiy Kyslytsya mengatakan dunia membutuhkan kehadiran IAEA untuk memaksa Rusia menyetujui demilitarisasi di wilayah PLTN tersebut.
"Juga mengembalikan kendali penuh atas pembangkit itu ke Ukraina," katanya.
Grossi melengkapi laporan dari hasil pengawasan di PLTN Zaporizhzhia dengan mengatakan bahwa pihaknya terbiasa dengan tekanan dan bahaya. Tim pengawas IAEA lebih terbiasa bepergian setelah bencana seperti di Chernobyl dan Fukushima.
"Dalam hal ini, memiliki kepentingan historis dan etis untuk mencegah sesuatu terjadi. Kami bermain dengan api dan sesuatu yang sangat, sangat malapetaka bisa terjadi." (AFP/Cah)
Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan dukungan tenaga ahli untuk proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Indonesia dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo di Moskow
Kita harus jujur mengakui, selama lima dekade perjalanan Indonesia dalam isu nuklir, selalu tersandung pada simpul yang sama: komitmen yang mudah diucapkan, tapi rapuh ketika diuji.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan telah bertemu dengan pihak dari Kanada dan Rusia membahas pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia.
Pemerintah harus mengirim tenaga ahli ke negara-negara maju yang telah mengoperasionalkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), sebagai subholding dari PT Pertamina menyatakan keinginan untuk mengembangkan PLTN di Indonesia.
Kehadiran lembaga ini ditujukan untuk mendukung percepatan transisi energi bersih dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Tanah Air.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved