Selasa 28 Juni 2022, 17:08 WIB

Kunjungi Ukraina dan Rusia, Indonesia Buka Jalan Rekonsiliasi

Andhika prasetyo | Internasional
Kunjungi Ukraina dan Rusia, Indonesia Buka Jalan Rekonsiliasi

ANTARA FOTO/Biro Pers Setpres/Laily Rachev/Handout
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron (kedua kiri) dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

 

TENAGA Ahli Utama Kantor Staf Presiden Siti Ruhaini Dzuhayatin mengungkapkan keakraban Presiden Joko Widodo dengan para pemimpin dunia KTT G7, termasuk Presiden Amerika Serikat Joe Biden, merupakan gestur penerimaan yang tulus dan memiliki kekuatan kepercayaan.

Hal tersebut tentu memberi dampak positif, khususnya bagi Indonesia yang tengah mengusung misi perdamaian di Eropa Timur. Bukan tidak mungkin, jalan menuju rekonsiliasi antara Ukraina dan Rusia bisa benar-benar terwujud.

“Pertemuan yang bersahabat dan hangat itu memunculkan optimisme keberhasilan misi Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia,” kata Ruhaini, melalui keterangan resmi, Selasa (28/6).

Ia melihat, saat ini, Indonesia tengah memainkan peran sebagai 'true friend' yang tidak segan menegur sahabat demi suatu kebaikan yang lebih besar.

Status Indonesia sebagai negara pemrakarsa gerakan nonblok juga mempertegas kesan bahwa Jokowi betul-betul hadir ke tengah-tengah konflik untuk membawa solusi damai.

Baca juga: Presiden Rusia Vladimir Putin Pastikan Hadir di KTT G20

“Dengan modalitas politik luar negeri bebas aktif, Indonesia sangat mungkin bersahabat dengan negara manapun dalam menjaga ketertiban dunia, termasuk dengan Rusia dan Ukraina,” jelas Ruhaini.

Sejak awal, kunjungan kenegaraan Jokowi ke Eropa, selain untuk menghadiri KTT G7, memang dimaksudkan untuk berdialog dengan Rusia dan Ukraina.

Kepala negara ingin kedua belah pihak membuka ruang diskusi dan segera menghentikan perang

"Presiden ingin semua bisa duduk bersama dalam perundingan damai. Itu harus dilakukan untuk mengurangi dampak kemanusiaan terutama korban jiwa dan masalah pengungsian yang rumit, serta menghindarkan dunia dari krisis pangan dan energi," tandas Ruhaini.(OL-4)

Baca Juga

AFP

Jerman Laporkan Kasus Pertama Cacar Monyet pada Anak

👤Ant 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 23:52 WIB
Kasus tersebut menimpa seorang anak perempuan berusia 4 tahun yang tinggal serumah dengan dua orang dewasa yang...
AFP/GIORGIO VIERA

Republik Bela Trump yang Rumahnya Digeledah FBI

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 16:34 WIB
Politikus Partai Republik di DPR AS Kevin McCarthy mengatakan Departemen Kehakiman yang dipimpin Jaksa Agung Merrick Garland...
AFP

Tiongkok Rilis Buku Putih, Peringatkan Tidak akan Tolerir Separatis di Taiwan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 15:45 WIB
Dokumen tersebut menguraikan bagaimana Tiongkok bermaksud untuk mengklaim Wilayah Taiwan melalui berbagai insentif ekonomi dan tekanan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya