Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
GEDUNG Putih mengambil langkah langka untuk mengakui kebijakan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, dalam memperpanjang gencatan senjata di Yaman. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pun berencana berkunjung ke Riyadh.
Sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean Pierre mengatakan bahwa Mohammed bin Salman dan Raja Salman pantas mendapat pujian atas peran mereka dalam perpanjangan gencatan senjata dalam perang Yaman.
“Gencatan senjata ini tidak akan mungkin terjadi tanpa diplomasi kooperatif dari seluruh kawasan. Kami secara khusus mengakui kepemimpinan Raja Salman dan putra mahkota Arab Saudi dalam membantu mengkonsolidasikan gencatan senjata,” katanya.
Baca juga: Biden akan Kunjungi Saudi yang Ingin Dijadikan Paria
Baru-baru ini, Gedung Putih mengatakan Biden masih merasa Mohammed bin Salman adalah paria seperti yang diinformasikan intelijen AS. Itu menyusul perannya dalam pembunuhan jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi di Turki pada 2018.
Pembunuhan Khashoggi di Gedung Konsulat Saudi di Istanbul menodai citra putra mahkota sebagai seorang reformis. Pemerintah Saudi telah membantah keterlibatannya.
Biden merencanakan perjalanan ke Arab Saudi dalam rangkaian kunjungan ke Eropa dan Israel pada akhir Juni. Kunjungan itu akan memperkuat hubungan dengan Arab Saudi yang memiliki tujuan lain yakni menurunkan harga bahan bakar di negaranya.
Biden akan berpartisipasi dalam KTT Dewan Kerja sama Teluk Riyadh, sebuah serikat regional yang anggotanya adalah Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, kata sumber. Jean-Pierre tidak mengonfirmasi rencana perjalanan Biden tersebut.
“Apa yang menjadi fokus presiden pertama dan terutama adalah bagaimana keterlibatannya dengan para pemimpin asing memajukan kepentingan Amerika. Itu sama benarnya dengan Arab Saudi seperti di tempat lain,” paparnya.
Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan Biden sedang mencari peluang untuk bertemu dengan para pemimpin di Timur Tengah.
"Jika dia memutuskan bahwa itu demi kepentingan Amerika Serikat dan bahwa keterlibatan semacam itu dapat memberikan hasil."
“Juga tidak ada pertanyaan bahwa – seperti banyak negara di mana kami memiliki kepentingan yang sama – kami memiliki kekhawatiran tentang catatan hak asasi manusia dan perilaku masa lalunya, yang sebagian besar sudah ada sebelum pemerintahan kami. Dan kami menyampaikan kekhawatiran itu kepada mereka, seperti yang kami lakukan dengan orang lain,” kata pejabat itu.
Pejabat itu mengatakan, “Ada juga prioritas strategis yang penting untuk ditangani, dan kontak serta diplomasi kami telah meningkat baru-baru ini dan itu akan berlanjut.”
Lebih lanjut meningkatkan prospek perjalanan Biden adalah keputusan OPEC + untuk meningkatkan produksi minyaknya sebesar 200.000 barel pada Juli dan Agustus, sebuah langkah yang disambut oleh Gedung Putih. (France24/OL-1)
Fokus utama kampanye ini adalah membuka akses bagi wisatawan, termasuk dari Indonesia, untuk menjelajahi sisi paling ikonik dari Arab Saudi.
HARI ini, Minggu, (8/2) yang bertepatan dengan 20 Syaban 1447 H, pemerintah Arab Saudi resmi mulai menerbitkan visa haji 2026 atau 1447 Hijriah.
TERPIDANA kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein mengatakan kepada seorang pengusaha Qatar bahwa Doha perlu 'bernyanyi dan menari' untuk Israel.
Donald Trump mendesak Teheran segera berunding untuk mencapai kesepakatan baru terkait senjata nuklir atau bersiap menghadapi serangan dari AS.
PUTRA Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran.
Ustaz Zakaria menekankan bahwa aturan di Tanah Haram bukan untuk membatasi jemaah, melainkan menjaga ketertiban dan kekhusyukan ibadah.
WASHINGTON pada Selasa (6/1) memperingati lima tahun penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS.
Instalasi Presidential Walk of Fame di Gedung Putih menuai sorotan. Trump pasang plakat bernada tajam, sebut Joe Biden presiden terburuk AS.
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Departemen Luar Negeri AS kembali mewajibkan penggunaan Times New Roman ukuran 14 poin, membatalkan aturan penggunaan Calibri era Biden.
Pemerintahan Donald Trump memulai proses wawancara ulang terhadap pengungsi yang masuk ke AS di era Biden.
SEJUMLAH perusahaan besar AS, termasuk Meta Platforms, Broadcom, dan Qualcomm, menghadapi masalah baru saat mencoba memanfaatkan diskon pajak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved