Jumat 03 Juni 2022, 11:38 WIB

Abaikan Kasus Khashoggi, Biden Sanjung Putra Mahkota Arab Saudi

Cahya Mulyana | Internasional
Abaikan Kasus Khashoggi, Biden Sanjung Putra Mahkota Arab Saudi

AFP/SAUL LOEB
Presiden Amerika Serikat Joe Biden

 

GEDUNG Putih mengambil langkah langka untuk mengakui kebijakan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, dalam memperpanjang gencatan senjata di Yaman. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pun berencana berkunjung ke Riyadh.

Sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean Pierre mengatakan bahwa Mohammed bin Salman dan Raja Salman pantas mendapat pujian atas peran mereka dalam perpanjangan gencatan senjata dalam perang Yaman.

“Gencatan senjata ini tidak akan mungkin terjadi tanpa diplomasi kooperatif dari seluruh kawasan. Kami secara khusus mengakui kepemimpinan Raja Salman dan putra mahkota Arab Saudi dalam membantu mengkonsolidasikan gencatan senjata,” katanya. 

Baca juga: Biden akan Kunjungi Saudi yang Ingin Dijadikan Paria

Baru-baru ini, Gedung Putih mengatakan Biden masih merasa Mohammed bin Salman adalah paria seperti yang diinformasikan intelijen AS. Itu menyusul perannya dalam pembunuhan jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi di Turki pada 2018.

Pembunuhan Khashoggi di Gedung Konsulat Saudi di Istanbul menodai citra putra mahkota sebagai seorang reformis. Pemerintah Saudi telah membantah keterlibatannya.

Biden merencanakan perjalanan ke Arab Saudi dalam rangkaian kunjungan ke Eropa dan Israel pada akhir Juni. Kunjungan itu akan memperkuat hubungan dengan Arab Saudi yang memiliki tujuan lain yakni menurunkan harga bahan bakar di negaranya.

Biden akan berpartisipasi dalam KTT Dewan Kerja sama Teluk Riyadh, sebuah serikat regional yang anggotanya adalah Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, kata sumber. Jean-Pierre tidak mengonfirmasi rencana perjalanan Biden tersebut.

“Apa yang menjadi fokus presiden pertama dan terutama adalah bagaimana keterlibatannya dengan para pemimpin asing memajukan kepentingan Amerika. Itu sama benarnya dengan Arab Saudi seperti di tempat lain,” paparnya.

Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan Biden sedang mencari peluang untuk bertemu dengan para pemimpin di Timur Tengah. 

"Jika dia memutuskan bahwa itu demi kepentingan Amerika Serikat dan bahwa keterlibatan semacam itu dapat memberikan hasil."

“Juga tidak ada pertanyaan bahwa – seperti banyak negara di mana kami memiliki kepentingan yang sama – kami memiliki kekhawatiran tentang catatan hak asasi manusia dan perilaku masa lalunya, yang sebagian besar sudah ada sebelum pemerintahan kami. Dan kami menyampaikan kekhawatiran itu kepada mereka, seperti yang kami lakukan dengan orang lain,” kata pejabat itu.

Pejabat itu mengatakan, “Ada juga prioritas strategis yang penting untuk ditangani, dan kontak serta diplomasi kami telah meningkat baru-baru ini dan itu akan berlanjut.”

Lebih lanjut meningkatkan prospek perjalanan Biden adalah keputusan OPEC + untuk meningkatkan produksi minyaknya sebesar 200.000 barel pada Juli dan Agustus, sebuah langkah yang disambut oleh Gedung Putih. (France24/OL-1)

Baca Juga

DOK IST

WNI di AS dan Kanada Canangkan Bulan Ganjar

👤Budi Ernanto 🕔Senin 02 Oktober 2023, 13:45 WIB
Sejumlah WNI di luar negeri yakin dunia internasional seluruhnya mendukung Ganjar...
AFP/Nick Agro.

Taylen Biggs Influencer Mode Baru Usia 10 Tahun

👤Wisnu Arto Subari 🕔Senin 02 Oktober 2023, 11:55 WIB
Taylen Biggs memiliki hampir 1,5 juta pengikut di TikTok dan Instagram. Lemari pakaiannya penuh dengan pakaian desainer dan punya jadwal 15...
AFP

Kerajaan Bisnis Trump Terancaman dalam Persidangan Penipuan New York

👤Thalatie K Yani 🕔Senin 02 Oktober 2023, 11:40 WIB
Persidangan kasus penipuan yang melibatkan Donald Trump dan kedua putranya itu berpotensi mengancam kerajaan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

MI TV

Selengkapnya

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya