Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kasus Covid-19 Melonjak, Shanghai Minta Warga tak Panik

Nur AivanniĀ 
23/3/2022 16:38
Kasus Covid-19 Melonjak, Shanghai Minta Warga tak Panik
Seorang ibu menggendong bayinya di Wuhan, Tiongkok.(NICOLAS ASFOURI / AFP )

OTORITAS Shanghai, pada Rabu, menyerukan warga tetap tenang ketika warga membanjiri platform belanja daring untuk membeli bahan makanan sebagai persediaan. Pasalnya, mereka khawatir akan ada penguncian di kota yang berjuang untuk menghentikan lonjakan covid-19 itu.

Tiongkok mengalami wabah covid-19 terburuk sejak dimulainya pandemi lebih dari dua tahun lalu. Shanghai pun mencatat rekor jumlah kasus tertinggi ketika varian omikron merebak.

Baca juga: Parlemen Dunia Sepakat Menjadi Mediator Konflik Rusia-Ukraina

Pada Rabu, kota terbesar di Tiongkok itu melaporkan 981 kasus - semuanya kecuali empat kasus tanpa gejala.

Shanghai telah menanggapi wabah tersebut dengan penguncian di kawasan perumahan yang ditargetkan di daerah-daerah dengan kasus yang dikonfirmasi atau ada kontak dekat.

Masyarakat pun kian khawatir jika akan ada lebih banyak penguncian lokal atau perintah tinggal di rumah untuk seluruh kota yang berpenduduk sekitar 25 juta orang itu.

Kekhawatiran warga di kota tersebut telah meningkat dalam beberapa hari terakhir dan penduduk telah menggunakan media sosial untuk mengungkapkan rasa frustrasi mereka. Mereka mengeluh tentang pesan pemerintah yang tidak jelas.

"Kami berharap warga tidak akan percaya atau menyebarkan desas-desus, dan terutama tidak menyebarkan desas-desus jahat yang menyebabkan kepanikan di masyarakat," kata Wu Jinglei, kepala komisi kesehatan Shanghai pada briefing harian.

Di toko-toko nampak banyak konsumen yang tengah membeli bahan-bahan makanan. Gambar di media sosial yang beredar pada Selasa malam menunjukkan kerumunan pembeli berkumpul di pasar. Namun, gambar tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.

Pembeli daring pada Rabu mengunggah keluhan bahwa beberapa barang tidak tersedia di platform tersebut.

Juru bicara platform belanja daring Dingdong Maicai, Chen Ying, mengakui perusahaan berada di bawah tekanan ketika permintaan daring melonjak.

Virus korona pertama kali muncul di kota Wuhan pada akhir 2019, tetapi Tiongkok sebagian besar telah mengendalikannya melalui strategi nol-covid. (AFP/Nur/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya