Kamis 03 Maret 2022, 14:08 WIB

WHO Rekomendasikan Pil Molnupiravir dari Merck untuk Obati Pasien Covid-19

Nur Aivanni | Internasional
WHO Rekomendasikan Pil Molnupiravir dari Merck untuk Obati Pasien Covid-19

Handout / Merck & Co,Inc. / AFP
Obat molnupiravir yang dikembangkan oleh farmasi AS Merck.

 

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO), pada Rabu (2/3), merekomendasikan pil anti-covid-19 diminum oleh penderita yang memiliki gejala ringan tetapi berisiko tinggi dirawat di rumah sakit, seperti lansia atau orang yang belum divaksin.

Pil, yang disebut molnupiravir dan dikembangkan oleh farmasi AS Merck, diminum sesegera mungkin setelah gejala covid-19 muncul dan dikonsumsi selama lima hari berikutnya.

Sekelompok ahli WHO mengatakan dalam British Medical Journal bahwa orang dengan sistem kekebalan yang lemah atau penyakit kronis juga dianjurkan untuk minum pil jika mereka menderita covid-19 yang tidak parah.

Namun, kata mereka, pasien muda dan sehat, termasuk anak-anak, dan perempuan hamil serta ibu menyusui tidak boleh diberikan obat itu karena berpotensi membahayakan.

Baca juga: SehatQ Gelar Sentra Vaksinasi Booster di ITC Kuningan

Rekomendasi baru itu didasarkan pada hasil enam uji coba terkontrol secara acak yang melibatkan 4.796 pasien, kumpulan data terbesar untuk obat tersebut sejauh ini.

Uji coba itu menunjukkan bahwa molnupiravir mengurangi risiko rawat inap serta mempercepat pemulihan gejala covid-19, di mana rata-rata gejala hilang di hari ketiga dan keempat.

WHO mengakui bahwa masalah biaya dan ketersediaan yang terkait dengan molnupiravir dapat membuat akses ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah menjadi menantang.

Sementara vaksin tetap menjadi alat utama dalam memerangi pandemi, para ahli menyambut baik penambahan perawatan oral baru, yang menghambat kemampuan virus untuk bereplikasi dan seharusny tahan terhadap varian.

Satu-satunya pil anti-covid utama lain yang tersedia adalah Paxlovid Pfizer.

Namun lebih banyak kekhawatiran potensial telah dikemukakan tentang pil Merck, yang tidak diizinkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS untuk anak di bawah 18 tahun karena dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang dan tulang rawan. (AFP/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP

Usai Bentrokan, Guangzhou Cabut Aturan Pembatasan Sosial Covid-19

👤 Cahya Mulyana 🕔Kamis 01 Desember 2022, 09:25 WIB
Di Kota Guangzhou dan Chongqing, Tiongkok, sempat menjadi tempat bentrokan antara demonstran dan polisi pada Selasa...
AFP

IS Umumkan Kematian Abu Hasan al-Hashimi al-Qurashi

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 01 Desember 2022, 09:15 WIB
KELOMPOK Negara Islam (IS) mengatakan pemimpinnya Abu Hasan al-Hashimi al-Qurashi telah tewas dalam...
OSCAR DEL POZO / AFP

Kantor Kedutaan Ukraina di Spanyol Dapat Kiriman Bom dan Meledak

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 01 Desember 2022, 09:04 WIB
Ledakan bom hanya melukai petugas keamanan Kedutaan Ukraina di Mandrid, Spanyol. Petugas korban ledakan telah kembali...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya