Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Trump Didemo di Meksiko

Yanurisa Ananta
26/5/2016 01:00
Trump Didemo di Meksiko
(AP Photo/Eric Risberg)

UCAPAN Donald Trump yang terkadang kontroversial mulai menuai getahnya. rabu (25/5), kedatangan bakal calon kandidat Presiden AS dari Partai Republik itu ke Meksiko disambut unjuk rasa. Mereka menolak kehadiran politikus pengusaha tersebut lantaran ucapannya yang menyakiti rakyat Meksiko. Sebelumnya, Trump dalam salah satu kampanyenya pernah berujar bakal membangun tembok di perbatasan Meksiko. Dia juga pernah menyebut warga negeri sombrero itu identik dengan pengedar narkoba dan pemerkosa. Ia juga mendesak 11 juta imigran ilegal Meksiko untuk dideportasi dari AS. Para pengunjuk rasa yang berjumlah ratusan orang itu melemparkan batu dan botol ke arah Convention Center tempat Trump berpidato di hadapan 4.000 pendukungnya di Albuquerque, Kota Meksiko.

"Pengunjuk rasa melempar botol dan batu ke arah pasukan polisi berkuda kami," kata seorang petugas polisi Albuquerque melalui akun Twitter. Keadaan semakin memanas saat pengunjuk rasa mulai melempar kaus yang dibakar ke arah polisi dan berusaha menyerbu gedung. Sebagian pengunjuk rasa mengibarkan bendera Meksiko sambil berteriak mengumpat milioner kontroversial itu. Beberapa yang lain juga menunjukkan simbol-simbol anti-Trump dalam bahasa Spanyol. Pasukan polisi berkuda berupaya menghentikan kerusuhan dengan menyemprotkan bubuk merica serta menggunakan bom asap. Sebelumnya, hal serupa terjadi di Chicago, AS, pada Maret lalu saat para pendukung Trump bentrok dengan pengunjuk rasa.

Kemarahan warga Meksiko bukan tanpa alasan. Mereka tersinggung atas ucapan Trump tersebut. Mayoritas penduduk Hispanik, termasuk Meksiko tinggal di AS bagian barat daya. Hampir 50% penduduknya merupakan warga negara-negara Hispanik. Hasil jajak pendapat baru-baru ini melaporkan seluruh warga Hispanik di AS menolak rencana Trump tersebut. Meski banyak yang membenci, Trump tetap memiliki pendukung. Kemarin, dalam pemilihan pendahuluan (primary) Partai Republik yang digelar di negara Washington, dia berhasil meraih meraih 76% atau 371.008 suara. "Terima kasih Washington! #Trump2016 #MakeAmericaGreatAgain," tulis Trump di akun Twitter-nya. Dengan perolehan 27 delegasi di Washington, Trump berhasil mengantongi total 1.189 delegasi. Dia hanya butuh 48 delegasi lagi untuk memenuhi syarat sebagai nomine presiden AS mewakili partainya. Sejauh ini, Trump satu-satunya kandidat dari Partai Republik yang tersisa, setelah rival-rivalnya mengundurkan diri.

Penghitungan ulang
Bakal calon dari Partai Demokratik, Bernie Sanders mendesak panitia untuk menghitung ulang hasil perolehan suara dalam pemilihan pendahuluan yang digelar di Kentucky. Dia telah mengirim surat kepada Sekretaris Negara Bagian Kentucky, Alison Lundergan Grimes. "Dengan ini saya meminta pengecekan lengkap dan penelitian pada setiap mesin penghitung, termasuk kertas suara yang abstain di seluruh wilayah di 120 area primary presidensial 2016 Partai Demokratik," kata Sanders. (AFP/AP/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya