Sabtu 22 Januari 2022, 14:30 WIB

Irlandia Cabut Sebagian Besar Pembatasan Covid-19

Nur Aivanni  | Internasional
Irlandia Cabut Sebagian Besar Pembatasan Covid-19

AFP/Paul Faith
Warga mengantre untuk menjalani tes covid-19 di Dublin, Irlandia.

 

PERDANA Menteri Irlandia Michael Martin, pada Jumat, mengumumkan bahwa sebagian besar pembatasan pandemi akan dibatalkan, termasuk waktu tutup lebih awal dan pembatasan lainnya.

Aturan ketat, yang ditingkatkan bulan lalu karena varian omikron memicu lonjakan infeksi baru - yang memaksa klub malam tutup selama periode Natal - akan dicabut mulai pukul 06.00 GMT pada Sabtu setelah kasus baru dan indikator utama lainnya mereda dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: NATO Tolak Permintaan Rusia untuk Tarik Pasukan dari Bulgaria-Rumania

"Saya telah berdiri di sini pada banyak hari yang gelap, tetapi hari ini adalah hari yang baik," kata Martin dalam pengumuman yang disiarkan televisi di Dublin.

"Kami telah menyimpulkan bahwa alasan atau pembenaran untuk melanjutkan sebagian besar pembatasan kesehatan masyarakat kami tidak lagi berlaku," ucapnya.

Ditambahkannya, mayoritas tindakan kesehatan masyarakat yang harus dijalani akan dihapus, sambil memperingatkan pandemi belum berakhir.

Irlandia baru dibuka kembali sepenuhnya pada Oktober, setelah 18 bulan penguncian bergulir yang kemudian kembali pada awal Desember.

Keputusan pada Jumat tersebut berarti pub, bar, dan restoran dapat beroperasi dengan jam normal dan tidak lagi memerlukan sistem kartu covid atau jaga jarak sosial.

Sementara itu, acara di dalam dan di luar ruangan tidak akan dikenakan batasan kerumunan dan rumah tangga yang berbeda dapat berkumpul tanpa batasan jumlah.

Karyawan juga dapat secara bertahap kembali ke tempat kerja mulai pekan depan.

Masker masih akan dibutuhkan di beberapa tempat, sementara aturan isolasi mandiri juga akan tetap berlaku untuk saat ini bagi mereka yang dinyatakan positif covid-19 dan orang yang melakukan kontak dekat dengan mereka serta orang yang bergejala.

Irlandia, yang berpenduduk sekitar lima juta orang, telah mencatat lebih dari 6.000 kematian akibat virus tersebut. (AFP/OL-6)

Baca Juga

AFP/Abbas Momani.

Singapura Persoalkan UAS Bolehkan Bom Bunuh Diri Palestina, apa Kata Ulama?

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 22:04 WIB
Sejatinya pendapat operasi syahid atau bom bunuh diri dalam konflik Palestina-Israel sudah lama dibahas para ulama sedunia. UAS hanyalah...
AFP

Joe Biden: Nasib Demokrasi AS di Ujung Tanduk

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 18 Mei 2022, 19:35 WIB
Penembakan massal yang terjadi di Buffalo telah mengguncang AS, karena seolah menunjukkan bahwa kekerasan semacam itu menjadi...
AFP

Jepang Desak Tiongkok Ambil Sikap dalam Krisis Ukraina

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 18 Mei 2022, 16:41 WIB
Hal itu mengemuka dalam pertemuan pertama Jepang dengan mitranya Tiongkok sejak November lalu. Sejauh ini, Tiongkok masih enggan mengutuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya