Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Presiden Ma Luncurkan Video Perpisahan

Hym/I-2
20/5/2016 05:15
Presiden Ma Luncurkan Video Perpisahan
(FACEBOOK)

MENJELANG pelantikan presiden Taiwan yang baru, Presiden petahana Ma Ying-jeou merilis video perpisahan bergaya komedi di akun Facebook pribadinya.

Ma, yang dipandang kritikus tidak cukup memiliki karisma, tidak menggenggam dukungan luas sejak resmi mengabil alih kekuasaan pada 2008. Salah satu faktor penyebabnya ialah ketidaksukaan publik atas kebijakan presiden dari Partai Kuomintang (KMT) itu yang sangat ‘ramah’ atau ‘mesra’ dengan Tiongkok.

Dalam video yang diharapkan mendapat umpan positif itu, Ma tampil dengan ekspresi yang ‘mengejek’ atau ‘mencaci’ dirinya dengan julukan ‘tanduk rusa’.

Julukan itu sebenarnya menyindir kalangan pengunjuk rasa anti-Ma yang kerap memajang gambar dirinya dengan dua tanduk yang menjulur keluar dari telinganya. Itu merupakan hinaan setelah Ma keliru mengatakan tanduk rusa yang digunakan untuk pengobatan Tiongkok sebenarnya rambut telinga hewan.

“Saya akui saya salah. Saya bersedia untuk dihukum,” kata Ma dalam video yang menggambarkan dirinya dengan tanduk itu.
Video yang dirilis Ma itu menjadi viral di media sosial dan telah ditonton lebih dari lima juta orang. Sekitar 40 ribu memberi komentar mereka dengan beragam perspektif. Banyak dari komentator berterima kasih kepada Ma.

“Suatu waktu saya me­nyenangi Anda, mengeluh tentang Anda, bahkan mengutuk Anda. Namun, pada akhirnya, saya harus terima kasih,” kata salah satu komentator bernama Janus Lai.

“Jujur saya merasa sangat sedih setelah menonton, melihat Presiden Ma mengejek dirinya. Anda benar-benar berbudi luhur!” kata komentator lain bernama Ming Kun.

Ma berkuasa dengan membawa kebijakan ramah dengan Tiongkok. Hubungan dua negara pun berangsur-angsur pulih meski hingga saat ini Tiongkok tetap menganggap Taiwan bagian dari teritorium mereka.

Sikap ramah Ma itu pula yang membuka jalan ia berjabat tangan dengan Presiden Xi Jinping di Singapura tahun lalu, sebuah pertemuan bersejarah sejak Taipei dan Beijing resmi berpisah pada 1949. Sebagian pemilih Taiwan memandang Ma sebagai boneka Beijing. Di bagian akhir video, Ma membacakan pesan tulus kepada para pendukungnya selama menjadi presiden. “Te­rima kasih, para netizen, atas dukungan yang Anda berikan,” kata dia. (AFP/Hym/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya