Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Ratusan Utusan Hadiri Pelantikan

Haufan Hasyim Salengke
20/5/2016 05:00
Ratusan Utusan Hadiri Pelantikan
(MI/Anata Siregar)

SEKITAR 700 pejabat dari 59 negara, termasuk delegasi 22 negara yang menjalin hubungan diplomatik dengan Republik China Tiongkok (Taiwan), dijadwalkan akan menghadiri upacara pelantikan presiden terpilih Tsai Ing-wen pada 20 Mei.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Taiwan mengatakan, kemarin, jumlah pejabat mancanegara yang akan ha­dir itu merupakan rekor sekaligus menegaskan hubungan yang kuat antara Taiwan dan mitra di seluruh dunia.

“Sebagian besar delegasi dipimpin presiden, perdana menteri, ibu negara, menteri luar negeri, dan dan pejabat tinggi lainnya,” kata Kemenlu Taiwan seperti dilansir Taiwan Today, kemarin.

Kemenlu merinci enam kepala negara yang dipastikan menghadiri penasbihan Tsai ialah Presiden Kiribati, Kepulauan Marshall, Nauru, dan Palau di kawasan Asia Pasifik, Paraguay, dan Swaziland di Afrika.

Utusan lain dan pejabat senior yang akan hadir ialah Uskup Agung Joseph Chennoth, Duta Vatikan dari Tahta Suci untuk Jepang Andreas van Agt, mantan perdana menteri Belanda Dominique Riquet, seorang anggota Parlemen Eropa, mantan Perwakilan Dagang Amerika Serikat Ron Kirk, dan delegasi dari Indonesia.

Dari pantauan wartawan Media Indonesia Anata Syah Fitri di Taipei, jelang pelantikan Presiden Taiwan, tidak tampak perubahan berarti di ibu kota Taiwan itu. Poster atau baliho perihal agenda nasional itu tidak terlihat. Warga berharap pelantikan Tsai Ing-wen sebagai presiden ke-8 Taiwan akan berjalan aman.

Meski dibayangi isu tekanan dari Tiongkok, warga meyakini pelantikan presiden akan berjalan lancar. “Memang agak khawatir dengan respons mainland (Tiongkok) terhadap pelantikan presiden yang proindependensi. Tapi kami berharap besok akan lancar dan aman,” ujar Xiao Yu, seorang pengajar di Shifan University, Taipei, kepada media.


Demonstrasi

Di tengah rencana penyambutan pemimpin baru, massa pro-Tiongkok yang di­pimpin ketua geng yang ber­alih menjadi politikus, Chang An-lo, berunjuk rasa di Taipei, ibu kota Taiwan. Mereka menyerukan presiden baru Tsai Ing-wen untuk melestarikan hubungan yang bersahabat dengan Tiongkok.

“Jika Anda (Tsai) menerima ‘Konsensus 92’, semuanya bisa menjadi terbuka untuk didiskusikan,” kata Chang.

“Hanya ‘Konsensus 92’ yang dapat membuat ekonomi Taiwan bergerak maju,” tegasnya mengacu ke perjanjian antara Partai Kuomintang dan Beijing yang mengakui hanya ada ‘satu Tiongkok’.

Tsai, presiden perempun pertama Taiwan, dikenal keras terhadap Tiongkok dan pernah sesumbar menyatakan akan membawa Taipei memisahkan diri dari Beijing.

Sikap itu membuat Tiong­kok menduga-duga arah hubungan lintas selat yang beranjak pulih di bawah pemerintahan presiden peta­hana Ma Ying-jeou.

Bahkan, menjelang pelantik­an itu, Tiongkok menggelar latihan tempur di bagian tenggara negeri itu yang berdekat­an dengan Taiwan.
Meskipun menjalankan demokrasi penuh, Taiwan tidak pernah secara resmi menyatakan kemerdekaan dari Tiongkok dan Beijing yang hingga saat ini menganggap Taipei sebagai wilayah mereka. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya