Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kesejahteraan Pikat Pemberontak

Yanurisa Ananta/I-2
19/5/2016 07:40
Kesejahteraan Pikat Pemberontak
(AFP /SARAH TITTERTON)

SUDAH bertahun-tahun Balochistan yang terletak di sebelah barat daya Pakistan didera konflik.

Stabilitas area itu terganggu oleh kelompok ekstremis, sektarian, dan separatis.

Akibatnya, 8,5 juta penduduk di sana hidup di bawah garis kemiskinan. Balochistan pun jadi provinsi paling tak stabil dan terbelakang di antara empat provinsi lain.

Namun, secercah cahaya untuk kehidupan lebih baik mulai muncul.

Pemerintah Pakistan dan Tiongkok menyepakati kerja sama Koridor Ekonomi Tiongkok-Pakistan (CPEC) senilai US$46 miliar (Rp615,6 triliun) di kota pelabuhan Gwadar.

Pemerintah Pakistan optimistis wilayah itu akan bertransformasi menjadi Dubai.

Untuk menjamin keamanan bagi keberhasilan kerja sama itu, pemerintah menawarkan sejumlah uang kepada para pemberontak untuk menyerahkan diri dengan paket kompensasi sejak tahun lalu.

Seorang komandan pemberontak akan diberikan uang sebesar 1,5 juta rupee (Rp191,9 juta), 1 juta rupee (Rp127,9 juta) untuk wakilnya, dan 500 ribu rupee (Rp63,9 juta) untuk prajurit.

Selain itu, ada juga Skema Amnesti Umum dengan uang penyerahan diri sebesar 300 ribu rupee (Rp38,3 juta).

Tawaran itu berhasil memikat para pemberontak untuk turun gunung. Sebanyak 600 pemberontak telah menyerahkan diri sejak pemerintah pertama kali menawarkan paket itu.

Di antara pemimpin pemberontak yang rela turun gunung itu, ada Hazar Khan, seorang komandan kelompok militan.

"Kami menyerahkan diri karena kami sudah melewati hidup di pegunungan dan sekarang kehidupan anak-anak kami harus lebih baik," kata Khan yang 15 tahun menjadi pemberontak.

Sambil menunggu realisasi janji pemerintah itu, kini Khan dan keluarga menjalani kehidupan bertani.

Ia juga mengaku belum menerima uang kompensasi yang dijanjikan pemerintah.

"Saat ini, keluarga saya tidak ada lagi yang berada di gunung. Semuanya telah menyerahkan diri bersama saya," imbuh Khan.

Bagi Pakistan, itu merupakan kesempatan emas.

Stabilitas di Balochistan akan menghidupkan kembali kota mati itu.

Nadir Hussain, pemilik usaha percetakan dan penerbitan di Quetta, mengatakan satu dekade lalu situasi keamanan sangat mengkhawatirkan sehingga ia terpaksa mengikuti jejak rekan-rekannya yang menutup usaha.

Kini, ia kembali membuka usahanya.

Rencana Beijing untuk mendapat akses lebih besar ke Timur Tengah, Afrika, dan Eropa melalui Pakistan cukup ambisius.

Sekretaris provinsi Akbar Durrani mengatakan keamanan di Balochistan nantinya dijamin 95%.

"Kami mengembalikan perdamaian 95% di Balochistan," kata Durrani.

Tiongkok optimistis proyek itu akan menguntungkan selama komitmen Pakistan kuat.

"Saya yakin situasi kemanan akan semakin baik," kata Zhao Lijian, Duta Besar Tiongkok untuk Pakistan. (AFP/Yanurisa Ananta/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya