Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK pemerintah Indonesia bersikap tegas dalam mengatasi dan memberantas illegal, unregulated, and unreported fishing (IUUF), kapal-kapal asing tidak lagi berani memasuki wilayah perairan Indonesia.
"Ternyata penembakan terhadap kapal asing yang melakukan IUUF sangat efektif. Jumlah kapal asing yang melakukan IUUF menurun drastis," jelas Arif Havas Oegroseno, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Maritim pada International Seminar on the Establishment of a Regional Convention Againts IUUF and Its related Crimes di Bali, kemarin.
Kapal-kapal asing itu, ucap Arif, kini menunggu ikan yang hendak bermigrasi dari Pasifik dan mencegatnya di perairan Papua Nugini dan Timor Leste yang berbatasan dengan Indonesia.
Dalam mengatasi IUUF, Indonesia menjalin kerja sama dengan negara-negara yang selama ini menjadi pasar ikan Indonesia, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa.
"Selama ini Indonesia telah mewajibkan sertifikasi tangkap, tetapi baru ke negara Jepang, AS, dan Eropa. Nantinya, sertifikasi tangkap akan menjadi keharusan seperti SVLK (sistem verifikasi dan legalisasi kayu) untuk kayu," papar Arif.
Negara tetangga Indonesia, Timor Leste, mengakui sejak pemerintah Indonesia bersikap tegas, kapal-kapal asing dari Thailand kini memasuki wilayah perairan mereka.
Konsuler Kedutaan Besar Timor Leste untuk Indonesia Marcos da Costa mengakui hal tersebut.
Marcos mengatakan negaranya masih memiliki keterbatasan sumber daya manusia, perlengkapan, dan fasilitas dalam mengatasi IUUF.
"Kami sekarang bekerja sama dengan dua negara tetangga terdekat, Australia dan Indonesia," jelasnya.
Dengan keterbatasan yang mereka miliki, Timor Leste mencari upaya lain yang tidak menelan biaya dan cukup efektif, yakni menerapkan community base IUUF reporting system.
"Sistem tersebut melibatkan beberapa nelayan yang menempatkan alat yang dilengkapi GPS pada kapal, sehingga dapat memantau keberadaan kapal nelayan asing. Sistem ini cukup efektif," jelas Da Costa. (Drd/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved