Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Bom Tewaskan Puluhan Orang

Ths
18/5/2016 05:00
Bom Tewaskan Puluhan Orang
(AP/KHALID MOHAMMED)

SEDIKITNYA 16 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka dalam sebuah ledakan bom mobil di lingkungan pasar Kota Baghdad, Irak, Selasa (17/5). Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan ini, termasuk dari kelompok ekstremis IS.

Seorang perwira polisi Irak mengatakan penyelidikan awal menunjukkan bahwa ledakan di kawasan Shaab timur laut itu berasal dari sebuah mobil yang bermuatan bahan peledak yang diparkir di dekat pasar.

Pejabat setempat juga mangonfirmasi ledakan ini terjadi di permukiman yang mayoritas didiami kelompok Islam Syiah yang menjadi target utama kelompok militan Sunni selama ini. Kelompok ini termasuk yang terus merongrong pemerintah dalam mengupayakan perdamaian di Ibu Kota Irak tersebut. Sebelumnya, serangan mematikan juga terjadi di wilayah utara Baghdad, tepatnya di gerbang masuk pabrik gas alam yang memproduksi sekitar 30 ribu tabung gas sehari dan menewaskan sedikitnya 14 orang. Pejabat senior Kementerian Perminyakan Irak mengonfirmasi, kini para pekerja sudah kembali bekerja.

Serangan spektakuler yang terjadi di Kota Taji, sekitar 20 kilometer (12 mil) utara Baghdad tersebut dilakukan melalui aksi bom bunuh diri melalui mobil. Tak hanya meledakkan diri, para pejuang kelompok ekstremis IS juga membobol pabrik, tempat mereka terlibat baku tembak dengan pasukan keamanan selama berjam-jam sebelum berhasil dipukul mundur. Dalam serangan tersebut, enam warga dan delapan pasukan keamanan Irak tewas, sementara 27 tentara Irak lainnya terluka.

Kekerasan di Irak memang meningkat dalam dua bulan terakhir. Pada 12 Mei lalu, serangan bom bunuh diri di sebuah pasar menewaskan 64 orang. Kala itu kelompok militan Islamic State (IS) mengklaim serangan tersebut.

Ledakan itu disebut sebagai serangan yang paling mematikan di ibu kota Irak selama tahun ini. Seiring dengan krisis politik yang berkepanjangan di Irak, kelompok pemberontak IS memanfaatkan situasi.

Selama ini, pemerintahan Irak diwarnai konflik politik yang melibatkan politisi yang berlatar belakang sekterian.

Pemerintahan Irak kali ini yang didominasi kalangan Syiah dan didukung Amerika Serikat (AS) tidak mengatasi konflik. Kalangan Sunni yang saat pemerintahan Saddam Husein menguasai pemerintah merasa didiskriminasi. Mereka tidak mendukung pemerintahan Irak yang didominasi kalangan Syiah. Dalam serangan bom mobil yang diklaim IS itu, sejumlah toko terbakar. Selain menghancurkan gedung, ledakan juga turut menghancurkan dan menghanguskan sejumlah kendaraan yang sedang berada di jalanan sekitar pasar. Ratusan orang mengungkapkan kemarahan atas terjadinya serangan bom mobil tersebut. Mereka menilai pemerintah gagal mencegah aksi serangan. (AP/Ths/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya