Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Demonstrasi Warnai Hari Pertama Temer

Aya
18/5/2016 02:15
Demonstrasi Warnai Hari Pertama Temer
(AFP/ Miguel Schincariol)

HARI pertama kerja Presiden sementara Brasil Michel Temer, Senin (16/5), langsung disambut berbagai unjuk rasa di sejumlah kota. Sebagian menuntut perwakilan perempuan dalam kabinet, sedangkan lainnya menganggap Temer sebagai pemimpin gerakan kudeta yang memakzulkan Dilma Rousseff.

Sebagai wakil presiden, Temer resmi menggantikan Rousseff sebagai presiden pekan lalu seusai hasil pemungutan suara senat menyetujui pemakzulan presiden perempuan pertama Brasil itu lantaran terkait manipulasi anggaran belanja negara.

Kini, Temer yang berusia 75 tahun berupaya memulihkan krisis ekonomi yang melanda Negeri Samba itu sejak era sebelumnya. Namun, upaya pemimpin Partai Pergerakan Demokrasi (PMDB) itu sepertinya tak mudah. Di Rio de Janeiro, massa mencercanya baik di jalanan maupun media sosial. Para pengamat di televisi juga mengkritiknya. Unjuk rasa juga terjadi di beberapa kota, termasuk ibu kota Brasilia dan pusat keuangan di Sao Paulo.

Beberapa aktivis bahkan menduduki kantor kementerian pendidikan dan kebudayaan yang didirikan di bawah rencana Temer. "Penjual kudeta, fasis, Anda tidak akan berhasil melewati ini!" teriak seorang aktivis.

"Kudeta ini membawa kita ke tahun-tahun yang lalu," ujar pekerja film Rui Guerra, 84, yang bergabung dengan para pengunjuk rasa.

Meski skala unjuk rasa terhadap Temer tak semasif penentang Rousseff, protes itu menunjukkan naiknya Temer ke panggung kekuasaan memang menuai kontroversi. "Reaksi terhadap 'kudeta' ini akan terus berlanjut dan protes harus berlanjut," kata Rui Falcao, Presiden Partai Pekerja, partai Rousseff.

Selain menentang cara-cara Temer yang memakzulkan Rousseff, kemarahan publik disebabkan tidak adanya perwakilan perempuan dalam kabinet yang dibentuk presiden sementara Brasil tersebut.

Padahal, dalam wawancara Minggu (15/5), Temer berjanji akan memberi perwakilan perempuan posisi yang berpengaruh meski tidak dalam pos kementerian. Temer menyebut seorang ekonom perempuan Maria Silvia Bastos Marques untuk memegang jabatan kepala bank pembangunan BNDES (Brazilian Development Bank). Namun, demonstrasi masih berlanjut hingga Senin malam (Selasa WIB) di Rio de Janeiro yang akan menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan olimpiade yang akan digelar tiga bulan ke depan.

Temer menghubungi Thomas Bach, Kepala Komite Olympic Internasional, untuk memastikan perhelatan olahraga itu berjalan lancar selama masa peralihan pemerintahan. Sejauh ini, Temer telah menyiapkan nama kabinetnya. Jumlahnya dipangkas dari 32 orang menjadi 23 orang. ( AFP/Aya/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya