Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Clinton Gaet Kaum Pekerja

Ihs
18/5/2016 02:00
Clinton Gaet Kaum Pekerja
(AP/ANDREW HARNIK)

PEMILIHAN pendahuluan di Oregon dan Kentucky pada Selasa (17/5) akan memberikan kesempatan bagi Hillary Clinton untuk menguatkan posisi mengalahkan saingan satu partainya, Bernie Sanders. Sebaliknya, Sanders percaya diri bakal menang di Kentucky melanjutkan kemenangannya di Virginia Barat minggu lalu .

Negara bagian Oregon juga menghelat pemilihan pendahuluan Partai Demokrat dan Republik pada Selasa (17/5). Sejumlah voting mengindikasikan Clinton akan menang, sementara Sanders memimpin di Kentucky. Bagi Clinton, Kentucky merupakan kesempatan untuk merebut suara dari warga kelas pekerja.

Tidak satu pun kandidat presiden dari Partai Demokrat pernah menang di negara bagian ini sejak 1980, kecuali suami Clinton, Bill Clinton.

Mantan ibu negara ini bahkan mengatakan suaminya akan memainkan peran dalam administrasi jika dia terpilih. Ia berjanji akan memberikan Bill posisi yang bertugas untuk merevitalisasi ekonomi.

Sanders juga berkampanye di Kentucky di dua tempat. Dia berada di Paducah pada Minggu (15/5) dan Bowling Green, Senin (16/5). Kampanye masing-masing dihadiri lebih dari 2.000 orang.

Pemilihan di kedua negara bagian penghasil batu bara ini menjadi perjuangan sulit bagi Clinton akibat komentarnya saat berkampanye di Appalachia, Maret lalu. Saat itu, ia menyatakan akan menghentikan sejumlah perusahaan dan pengusaha batu bara untuk energi yang terbarukan.

Di Fort Mitchell pada akhir pekan kemarin, dia menegaskan kesepakatannya untuk membantu wilayah yang kekurangan batu bara. "Kita tidak bisa dan kita harus menjauh dari mereka," ujarnya.

Selama di Kentucky, Clinton menyambagi tiga tempat pada Minggu (15/5) dan empat tempat pada Senin (16/5). "Kita harus mengajak banyak orang supaya keluar. Saya ingatkan, saya tidak akan menyerah di Ketucky pada November," beber Clinton di Paducah.


Melawan Trump

Dengan hampir pasti dirinya memenangi nominasi di Partai Demokrat, Clinton memosisikan dirinya untuk pertarungan kampanye pemilihan presiden melawan Trump yang juga sudah hampir pasti menjadi calon dari Partai Republik.

Ia memanfaatkan kampanyenya untuk menyerang pernyataan Trump yang menyebut dirinya tidak punya kemampuan untuk menangani keputusan kebijakan luar negeri yang sulit.

Clinton menyebutkan keberhasilannya pada akhir 2012 dalam membantu mengurangi tensi tinggi antara Israel dan Palestina, di antaranya bernegosiasi panjang dengan Presiden Mesir saat itu, Muhammad Mursi.

"Kini tanyakan diri Anda betapa sulitnya bagi seorang Menteri Luar Negeri AS untuk bernegosiasi dengan pemimpin muslim jika orang yang maju sebagai presiden mengecam agama yang dianut orang-orang yang harus di atasnya di kawasan itu," ujarnya.

Dalam pertarungan November nanti, Trump tampaknya memiliki keuntungan besar atas Clinton, setidaknya di kalangan kelas pekerja. Jajak pendapat di beberapa negara bagian menunjukkan Clinton kalah dalam merebut suara pemilih dari kelas pekerja kulit putih pria. (AFP/Ihs/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya