Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Temer Bergegas Dongkrak Investasi

Ths/I-1
14/5/2016 04:00
Temer Bergegas Dongkrak Investasi
(AFP / ANDRESSA ANHOLETE)

KRISIS ekonomi dan skandal korupsi merupakan salah satu tugas berat yang harus dihadapi Michel Temer.

Presiden sementara Brasil yang baru saja menggantikan Dilma Rousseff itu bergerak cepat dengan membentuk kabinet yang ramah kepada investor.

"Kita harus membangun kembali fondasi perekonomian Brasil dan secara signifikan meningkatkan lingkungan bisnis bagi sektor swasta sehingga dapat mengembalikan iklim investasi serta memproduksi dan menciptakan lapangan kerja," ujarnya, kemarin.

Namun, di tengah upayanya membangkitkan perekonomian Brasil, sebagian pengamat menilai Temer akan menghadapi banyak hambatan yang sama seperti pendahulunya.

Ia bahkan tak bisa leha-leha sampai ia membuka perhelatan Olimpiade di Rio de Janeiro pada 5 Agustus nanti.

Selain persoalan ekonomi, hambatan lain bagi Temer ialah persoalan politik.

Dia bukanlah figur yang disukai.

Dari jajak pendapat terbaru, ia hanya mendapat dukungan 2% suara dalam pemilihan presiden.

Selain itu, dia akan menghadapi banyak musuh politik yang meninggalkan kebencian karena dia dianggap melakukan 'kudeta.'

Apalagi, Rousseff masih tetap berdiam di istana kepresidenan hingga enam bulan ke depan.

Karena itu, sejumlah pengamat menyarankan Temer segera berdialog agar dapat menyembuhkan luka lawan-lawan politiknya.

Apalagi, reputasi dia pun tak bersih lantaran diduga terlibat skandal megakorupsi di perusahaan minyak negara Petrobras.

Kasus itu bisa menjadi batu sandungan buatnya di masa depan.

Seperti diketahui, Temer yang merupakan wakil Rousseff naik jadi presiden sementara setelah atasannya itu dimakzulkan.

Temer diduga ikut menjadi dalang di balik pemakzulan itu.

Apalagi, partainya, PMDB yang semula berkoalisi dengan Partai Pekerja yang menyokong Rousseff, tiba-tiba berbalik arah dan mendorong pemakzulan.

Rousseff dimakzulkan dengan tuduhan memanipulasi anggaran.

Dia juga dicurigai terlibat skandal megakorupsi di perusahaan minyak negara, Petrobras.

Keterlibatannya diduga berlangsung sejak ia menjabat dewan direktur perusahaan tersebut (2003-2010).

Rousseff menyebut pendongkelan dirinya sebagai kudeta dan dia berjanji bakal melawan di persidangan.

"Apa yang dipertaruhkan ialah penghormatan terhadap kotak suara, kehendak kedaulatan rakyat Brasil, dan konstitusi," kata dia.

"Saya mungkin telah membuat kesalahan, tapi saya tidak melakukan kejahatan." (AFP/ths/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya