Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kapal Terbesar itu Siap Mengarungi Samudra

Dio
14/5/2016 02:55
Kapal Terbesar itu Siap Mengarungi Samudra
(AFP / JEAN-SEBASTIEN EVRARD)

SUASANA di pangkalan kapal Saint-Nazaire di Teluk Atlantic, Prancis, Kamis (12/5) lalu, tampak ramai.

Hari itu, sebuah kapal raksasa rampung dikerjakan.

Upacara peresmian kapal bernama Harmony of the Seas itu begitu meriah.

Berbagai pertunjukan musik serta atraksi akrobat meniti tali dihelat di acara itu.

Sejumlah wartawan datang meliput, baik cetak maupun televisi.

Dengan bobot 120 ribu ton, Harmony of the Seas menjadi kapal terbesar di dunia.

Kapal yang dibuat STX France itu, kemarin, resmi diserahkan kepada pemiliknya, Royal Caribbean Cruise Ltd (RCCL), perusahaan pelayaran yang berbasis di Amerika Serikat.

Kapal pesiar mewah tersebut dapat mengangkut 8.500 penumpang berikut awak kapal.

Di dalamnya disediakan sejumlah fasilitas supermewah seperti tembok raksasa untuk olahraga panjat dinding, lapangan golf mini, bioskop, kasino, hingga ruang teater ala Broadway yang berkapasitas 1.400 tempat duduk.

Kapal dengan lebar 66 meter (217 kaki) itu merupakan kapal terlebar yang pernah dibuat.

Sementara itu, panjangnya mencapai 362 meter atau 50 meter lebih panjang daripada Menara Eiffel.

Kapal yang memiliki 16 dek itu dilengkapi 10 papan luncur.

Penumpang dapat meluncur dari dek paling atas ke dek utama, seperti di kolam renang.

Dengan berbagai fasilitas yang melengkapinya, kapal yang dibuat dengan harga 1 miliar euro itu lebih mirip hotel supermewah yang terapung di lautan.

"Ini bukan hanya kapal terbesar di dunia, melainkan juga kapal dengan ongkos pembuatan termahal," ujar Richard Fain, kepala RCCL, saat upacara serah terima.

Di era kekinian, tentu saja perangkat teknologi canggih melengkapi kapal tersebut, termasuk dua robot yang bakal melayani pengunjung di bar.

Bagi mereka yang bosan berada di ruangan, kapal itu juga menyediakan semacam central park atau taman yang dilengkapi 12 ribu spesies tanaman.

Lalu, berapa lama untuk membuat kapal superbongsor itu? Menurut pihak STX France, mereka butuh waktu 40 bulan untuk mengerjakannya dengan melibatkan sekitar 2.500 pekerja.

Mereka butuh waktu sekitar 10 juta jam untuk menuntaskan pembuatan kapal sejak memulai pengerjaannya pada September 2013 silam.

"Pembuatan kapal ini merupakan prestasi istimewa yang melibatkan ribuan orang," kata Laurent Casting, kepala STX France.

Kini, ratusan pekerja masih mengerjakan bagian akhir pembuatan kapal tersebut sebelum meninggalkan pelabuhan, besok.

Jika cuaca memungkinkan, kapal itu akan mengarungi lautan menuju Southampton, Inggris.

Dari sana, kapal tersebut akan menghuni pangkalan utamanya di Barcelona, Spanyol.

Dari sanalah kapal itu nantinya beroperasi melayani pesiar sejumlah orang kaya, mulai Oktober nanti.(AFP/dio/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya