Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK pemberontak yang berafiliasi dengan Al-Qaeda dan sekutu mereka menyerang permukiman sekte minoritas Syiah, Alawit, yang juga sekte dari Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Dalam serangan ke Desa Hama, wilayah tengah Suriah, kelompok antipemerintah itu menyerbu sejumlah rumah.
Aksi kelompok pemberontak Sunni itu menewaskan 19 warga sipil.
"Selama serangan itu, mereka memasuki rumah dan menembaki anggota keluarga yang ada. Sedikitnya 19 warga sipil tewas, termasuk enam perempuan," kata Kepala Observatorium Hak Asasi Manusia untuk Suriah (SOHR), Rami Abdel Rahman, kepada AFP.
Kantor berita Suriah, SANA, mengutuk 'pembantaian' itu.
"Kelompok teroris menyusup Al-Zara dan melakukan pembantaian serta perusakan dan penjarahan," demikian laporan SANA.
Seperti diketahui, perang saudara yang telah berlangsung selama lima tahun di Suriah itu memicu konflik sektarian antara mayoritas Sunni dan minoritas Alawit yang menjadi pendukung utama rezim Bashar al-Assad.
Sekte Alawit adalah penganut Islam Syiah yang terutama terkonsentrasi di provinsi-provinsi pesisir Mediterania dari Latakia dan Tartus.
Kalangan pemberontak yang menganut Islam Sunni menilai Alawit sebagai kelompok yang sesat.
Tokoh Hezbollah tewas
Kelompok Syiah bersenjata dari Libanon, Hezbollah, dan sejumlah tentara Iran turut membantu pemerintah Suriah.
Namun, kemarin, salah satu komandan militer Hezbollah, Mustafa Badreddine, dilaporkan tewas dalam serangan bom yang dilakukan kelompok anti-Assad ke Damaskus.
Kelompok Hezbollah mengatakan, mereka masih menyelidiki penyebab ledakan yang terjadi di dekat Bandara Damaskus.
Hanya, mereka tidak segera menuduh Israel seperti ketika komandan pendahulu dibunuh di ibu kota Suriah pada 2008.
Mustafa Badreddine diketahui turut terlibat melawan dan memerangi kelompok Islamic State (IS) dan sejumlah kelompok lain yang menentang pemerintah Bashar al-Assad.
Badreddine dikenal sebagai tokoh penting dalam sayap militer Hezbollah.
Badreddine yang terlibat sejumlah serangan di Libanon juga dimasukkan ke daftar hitam oleh pemerintah Amerika Serikat (AS).
Ia juga tersangka utama dalam pembunuhan pada 2005 di Beirut, Libanon, terhadap mantan Perdana Menteri Rafiq Hariri.
Tak hanya itu, ia orang yang paling diburu Israel.
Kini kelompok militan Syiah Hezbollah mendominasi pemerintah Libanon.
Namun, terkait dengan serangan di Damaskus yang menewaskan Badreddine, sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab.
"Menurut laporan awal, ledakan besar yang ditargetkan pada salah satu posisi kami dekat Damaskus, yaitu di sebuah bandara, ialah saudara Mustafa Badreddine," jelas pihak Hezbollah.
Pertempuran masih terjadi. PBB dan Palang Merah meminta pihak yang bertikai memberikan akses bantuan kepada ratusan ribu warga sipil yang terjebak di daerah konflik.
"Kami mendesak pihak berwenang untuk membuka akses ke Daraya," kata Komite Internasional Palang Merah.(AFP/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved