Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Israel Naftali Bennett memperingatkan terhadap perjanjian sementara dengan Iran yang sedang dipertimbangkan Amerika Serikat, sehari sebelum negosiasi nuklir dengan Iran dilanjutkan di Wina pada Senin (29/11).
"Israel sangat prihatin dengan kesediaan mencabut sanksi dan mengizinkan aliran miliaran dolar ke Iran sebagai imbalan atas pembatasan yang tidak memadai pada program nuklir," kata Bennett pada awal pertemuan kabinet, Minggu (28/11), dilansir dari The Jerusalem Post. "Ini pesan yang kami sampaikan dalam segala hal, baik kepada Amerika maupun negara-negara lain yang sedang bernegosiasi dengan Iran," tambah Bennett.
Menurutnya, Menteri Luar Negeri Yair Lapid akan menyampaikan pesan yang sama kepada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson di London dan Presiden Prancis Emmanuel Marcon di Paris pada minggu ini. Komentar Bennett mencerminkan meningkatnya kekhawatiran di Jerusalem atas posisi Amerika dalam pembicaraan tidak langsung dengan Iran di Wina.
Baca juga: Kala Perang Siber Iran-Israel Meluas ke Warga Sipil
Seorang sumber diplomatik senior Israel menyesalkan, "Amerika mengatakan satu hal kepada kami dan kemudian sebaliknya dalam beberapa jam." Ia mengutip artikel yang diterbitkan di Politico selama akhir pekan yang mengutip seorang pejabat senior pemerintahan Biden mengatakan bahwa AS terbuka untuk sejumlah alternatif seperti kesepakatan sementara yang mungkin didorong oleh salah satu pihak lain ke tujuan pembicaraan yang dilanjutkan pada Senin setelah jeda hampir enam bulan.
Itu dimaksudkan untuk AS kembali ke kesepakatan nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA) pada 2015 yang ditentang Israel karena tidak cukup membatasi pengayaan uranium Iran dan tidak membahas masalah lain berupa tindakan jahat di regional itu. Sementara itu, pejabat senior Iran mengatakan mereka hanya bersedia merundingkan pencabutan sanksi dan bukan tentang program nuklirnya.
Dengan segala kelemahannya, JCPOA dinilai Israel sebagai kesepakatan yang lebih baik daripada kesepakatan sementara. Kesepakatan seperti itu kemungkinan berarti AS mencabut beberapa sanksi sebagai imbalan atas penghentian Iran--tidak membatalkan--program nuklirnya, yang telah maju jauh melampaui batasan JCPOA.
Baca juga: IAEA Desak Israel Terbuka tentang Persenjataan Nuklir Miliknya
"Penjelasan Amerika (untuk mencari kesepakatan sementara) yaitu mereka tidak ingin bangun dalam waktu X dan menemukan Iran di ambang ledakan nuklir. Jadi mereka hanya ingin menghentikan pengayaan," jelas sumber Israel. "Kami setuju, tetapi kami pikir itu bisa dihentikan secara berbeda. Pengalaman kami dari 2015 menunjukkan kepada kami bahwa setiap pencabutan sanksi dan suntikan dana akan berakhir dengan (Iran) tumbuh lebih kuat di kawasan itu dan memajukan program nuklirnya."
Namun, Israel berharap untuk mendorong sekutunya ke arah sikap diplomatik yang lebih agresif terhadap Iran, seperti membawa penghalangan inspektur Badan Energi Atom Internasional ke Dewan Keamanan PBB untuk merilis kutukan dan meningkatkan tekanan daripada mencabut sanksi serta menyerah pada pemerasan seperti yang disebutkan oleh sumber itu.
Bahkan kembalinya JCPOA seperti yang tertulis pada 2015 juga merupakan bencana, kata sumber itu, karena mencabut sanksi internasional terhadap Republik Islam. Ketegangan antara Jerusalem dan Washington telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, ketika negosiasi semakin dekat, tetapi mereka belum mencapai bentrokan penuh dan masih ada beberapa di pemerintahan Biden yang lebih bersimpati pada posisi Israel, sumber diplomatik senior mengatakan itu. Israel mengakui bahwa AS tidak memiliki pilihan yang baik, hanya pilihan yang mengerikan.
Baca juga: Irak Tolak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Pemerintah saat ini melihat pentingnya membuat pandangannya diketahui dan berbicara dalam satu suara sebanyak mungkin. Salah satunya yaitu Presiden Isaac Herzog melakukan kunjungannya ke Inggris pada minggu lalu, yang menurut tokoh senior pemerintah lain itu penting. Lapid diperkirakan meminta Macron dan Johnson untuk mendesak AS mempertahankan sanksinya terhadap Iran dan mengatakan Teheran tidak akan menepati janjinya.
Selama akhir pekan, kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, mengatakan pembicaraan Wina tidak akan tentang masalah nuklir, melainkan tentang kembalinya Amerika Serikat ke kesepakatan nuklir 2015, media Iran melaporkan, menggemakan pernyataan oleh pejabat lain dalam beberapa pekan terakhir.
Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian mengatakan negaranya memasuki kembali negosiasi untuk mencari pencabutan sanksi ekonomi AS yang dapat diverifikasi. "Jika pihak lawan siap untuk kembali ke kewajiban penuh mereka dan pencabutan sanksi, kesepakatan yang baik bahkan segera dicapai," kata Amirabdollahian dalam percakapan telepon dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Joseph Borrell. "Iran menginginkan kesepakatan yang baik dan dapat diverifikasi," kata Amirabdollahian seperti dikutip media Iran. (OL-14)
Pejabat AS dan Iran kembali menggelar pertemuan tidak langsung putaran ketiga di Jenewa untuk meredakan ketegangan nuklir.
AS, selama ini, memang menjadi mitra utama Indonesia dalam memenuhi kebutuhan kedelai.
Amerika Serikat dan Iran kembali berunding di Jenewa dengan mediasi Oman di tengah pengerahan militer besar-besaran AS. Presiden Donald Trump membuka peluang diplomasi.
PEMIMPIN tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, membuka peluang perbaikan hubungan dengan Amerika Serikat.
IRAN membantah keras tuduhan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Teheran tengah mengembangkan rudal berjangkauan hingga Amerika Serikat termasuk ambisi nuklir militer
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB menyatakan harapan adanya deeskalasi menjelang putaran perundingan nuklir lanjutan antara Amerika Serikat - Iran di Jenewa, Swis.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan siap menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat jika status nuklir negaranya diakui, namun ia menutup pintu bagi Korea Selatan.
PARTAI Buruh Korea Utara membuka kongres, demikian dilaporkan media resminya, Jumat (20/2), yang menandai dimulainya pertunjukan politik untuk mengungkap fase berikutnya senjata nuklir
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Pemerintah Tiongkok menyatakan penyesalan atas berakhirnya Perjanjian New START antara AS dan Rusia. Beijing mendesak Washington melanjutkan dialog dengan Moskow.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved