Kamis 18 November 2021, 11:59 WIB

Afiliasi ISIS Muncul di Hampir Semua Provinsi di Afghanistan

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Afiliasi ISIS Muncul di Hampir Semua Provinsi di Afghanistan

AFP
Ilustrasi - Video propaganda yang dirilis pada 17 Maret 2014 oleh Media al-Furqan ISIS diduga menunjukkan pejuang mereka.

 

UTUSAN PBB untuk Afghanistan menyampaikan penilaian tentang situasi setelah Taliban mengambil alih pemerintahan, dengan mengatakan bahwa afiliasi kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) telah tumbuh dan sekarang muncul di hampir semua 34 provinsi.

Perwakilan Khusus PBB Deborah Lyons mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa tanggapan Taliban terhadap perluasan ISIS-Khorasan (ISIS-K) tampaknya sangat bergantung pada penahanan di luar proses hukum dan pembunuhan terhadap tersangka pejuang ISIS-K.

Baca juga: UE Konfirmasi Akan Ada Pembicaraan dengan Belarus Tentang Migran

"Ini adalah area yang layak mendapat perhatian lebih dari masyarakat internasional," katanya.

Komentarnya muncul beberapa jam setelah kelompok tersebut, yang merupakan musuh ideologis Taliban, mengaku bertanggung jawab atas dua ledakan yang menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai enam lainnya di lingkungan Muslim Syiah di Kabul.

Dia menuturkan, Taliban tidak mampu membendung pertumbuhan ISIS-K.

"Dulu terbatas pada beberapa provinsi dan ibu kota, ISIS-K sekarang tampaknya hadir di hampir semua provinsi, dan semakin aktif," kata Lyons, seraya menambahkan bahwa jumlah serangan kelompok tersebut telah meningkat dari 60 serangan pada tahun 2020 menjadi 334 di tahun ini.

Sementara Taliban melakukan upaya untuk menampilkan dirinya sebagai pemerintah sejak merebut Kabul pada Agustus lalu usai perang 20 tahun dengan Amerika Serikat, Taliban terus mengecualikan perwakilan dari sektor masyarakat lainnya dan membatasi hak-hak perempuan dan anak perempuan.

“Misi PBB secara teratur menerima laporan yang kredibel tentang penggeledahan rumah dan pembunuhan di luar hukum terhadap mantan staf dan pejabat keamanan,” ujarnya.

Lyons memperingatkan lagi tentang bencana kemanusiaan sebagai alat tenun musim dingin karena krisis ekonomi dan kekeringan.

Dia memohon masyarakat internasional untuk menemukan cara untuk mendanai gaji petugas kesehatan, guru dan pekerja kemanusiaan, dengan mengatakan bantuan kemanusiaan tidak mencukupi.

“Runtuhnya ekonomi akan memicu perdagangan obat terlarang, senjata dan manusia serta pertukaran uang yang tidak diatur yang hanya dapat membantu memfasilitasi terorisme,” terangnya.

"Patologi ini pertama-tama akan mempengaruhi Afghanistan. Kemudian mereka akan menginfeksi wilayah itu,” tandasnya. (Aiw/Straitstimes/OL-6)

Baca Juga

AFP/	MURAT CETIN MUHURDAR

Turki Melunak, Swedia dan Finlandia Gabung NATO

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 29 Juni 2022, 10:19 WIB
Pencabutan hak veto berarti bahwa Helsinki dan Stockholm dapat melanjutkan aplikasi mereka untuk bergabung dengan aliansi militer...
Dok.AFP

Novartis akan PHK hingga 8.000 Pekerja secara Global

👤mediandonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 09:56 WIB
PERUSAHAAN farmasi Novartis menyatakan program restrukturisasi yang diumumkan sebelumnya dapat menyebabkan 8.000 pekerja dipangkas atau...
Leo RAMIREZ / AFP

Beijing dan Shanghai Telah Lepas dari Bayangan Penularan Omikron

👤 Fetry Wuryasti 🕔Rabu 29 Juni 2022, 09:46 WIB
Pemerintah Kota Beijing dan Shanghai melaporkan nol infeksi kasus Ccvid-19 baru pada hari Senin (27/6), pihak berwenang mengumumkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya