Senin 15 November 2021, 16:26 WIB

Xi Jinping Diperkirakan Akan Prioritaskan Isu Taiwan Saat Bertemu Biden

Nur Aivanni  | Internasional
Xi Jinping Diperkirakan Akan Prioritaskan Isu Taiwan Saat Bertemu Biden

AFP
Presiden Tiongkok Xi Jinping memberi ucapan selamat kepada Joe Biden memenangi pemilihan presiden AS 3 November lalu.

 

PRESIDEN Tiongkok Xi Jinping diperkirakan akan menggunakan pertemuan virtual pertamanya dengan Presiden AS Joe Biden untuk memperingatkan Amerika Serikat agar mundur dalam masalah Taiwan, menurut editorial media pemerintah Tiongkok yang dicetak pada Senin (15/11).

Xi dan Biden dijadwalkan bertemu secara virtual pada Selasa (16/11) pagi waktu Beijing atau Senin malam di Washington, ketika gesekan antara negara-negara terus berlanjut di berbagai masalah termasuk perdagangan, teknologi, Xinjiang, dan terutama Taiwan.

Baca juga: Israel Gunakan Kekerasan pada Pemukim Palestina di Tepi Barat

Beijing menganggap Taiwan sebagai provinsi pemberontak yang harus dipersatukan kembali, dengan paksa jika perlu.

Sebuah editorial dalam bahasa Inggris, China Daily pada Senin mengatakan bahwa kemungkinan Xi akan memberi kesan kepada Biden bahwa Beijing bertekad untuk mewujudkan reunifikasi nasional di masa mendatang.

Outlet media pemerintah seperti China Daily diberi pengarahan oleh pihak berwenang tentang isu-isu penting seperti hubungan Tiongkok-AS dan akurat dalam mencerminkan prioritas para pemimpin Tiongkok.

"Masalah Taiwan adalah garis merah utama Tiongkok," tulis editorial Senin oleh Global Times, sebuah tabloid yang diterbitkan oleh People's Daily milik Partai Komunis yang berkuasa.

"Untuk mengurangi risiko tabrakan strategis antara Tiongkok dan AS, yang terakhir harus mengambil langkah mundur dari masalah Taiwan dan menunjukkan pengekangannya," tulisnya.

Dalam panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Sabtu, diplomat senior Tiongkok Wang Yi memperingatkan Washington agar tidak mengirimkan sinyal yang salah kepada pasukan pro-kemerdekaan Taiwan.

Beberapa ahli mengatakan penekanan Tiongkok pada Taiwan di tengah-tengah titik gesekan lainnya mencerminkan keengganannya untuk terlibat dalam konflik bersenjata dengan Amerika Serikat secara tidak perlu, terlepas dari kata-kata dan tindakannya baru-baru ini, termasuk mengirim pesawat dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya ke zona pertahanan udara Taiwan.

"Para pemimpin Tiongkok sadar bahwa Tiongkok belum menyelesaikan modernisasinya dan masih menghadapi banyak tantangan dalam ekonomi domestiknya," kata Associate Professor Li Mingjiang dari S.Rajaratnam School of International Studies di Singapura.

"Perang bisa sangat mengganggu modernisasi ini dan mengembalikan kebangkitannya," katanya. Tiongkok, katanya, juga tidak memiliki keyakinan penuh bahwa mereka dapat mengamankan kemenangan militer yang jelas pada tahap ini. (Straits Times/OL-6)

Baca Juga

AFP

Terdampak Inflasi, Masyarakat Kanada Berburu Kupon

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 29 September 2022, 16:05 WIB
GELOMBANG inflasi menerjang Kanada. Harga kebutuhan pokok naik hingga 11% atau tertinggi sejak 1981 yang membuat masyarakatnya memangkas...
AFP

Jaringan Pipa Gas Nord Stream Disabotase, Eropa Tingkatkan Keamanan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 29 September 2022, 15:19 WIB
Kebocoran jaringan gas Nord Stream mengakibatkan kenaikan harga gas alam. Sebelumnya, Rusia diketahui membatasi secara tajam...
Manan VATSYAYANA / AFP

Hukuman Aung San Suu Kyi Kembali Bertambah

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 29 September 2022, 15:01 WIB
Awal bulan ini, pengadilan junta Myanmar menjatuhkan vonis terhadap Aung San Suu Kyi dengan tiga tahun penjara karena dugaan kecurangan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya