Jumat 12 November 2021, 13:38 WIB

Pakistan Cabut Pemimpin Sayap Kanan dari Daftar Teroris

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Pakistan Cabut Pemimpin Sayap Kanan dari Daftar Teroris

Ilustrasi
Terorisme

 

PAKISTAN menghapus pemimpin sayap kanan, Saad Rizvi dari daftar pantauan terorisme, membuka jalan bagi pembebasannya dari penahanan di bawah kesepakatan untuk mengakhiri protes mematikan oleh para pengikutnya atas dugaan penistaan yang berlangsung selama berminggu-minggu.

Langkah itu terjadi seminggu setelah pemerintah setuju untuk membebaskan 2.000 anggota yang ditahan dari gerakan Tehrieek-e-Labbaik Pakistan (TLP), mencabut larangan terhadap kelompok itu dan setuju untuk membiarkannya mengikuti pemilihan.

Baca juga: Menlu Inggris Berjumpa Ridwal Kamil dan Bima Arya di Bogor Creative Center

Sebagai imbalannya, TLP telah setuju untuk menghindari politik kekerasan dan menarik permintaan agar duta besar Prancis diusir karena penerbitan karikatur Nabi Muhammad oleh majalah Prancis, kata para perunding.

TLP turun ke jalan pada pertengahan Oktober, memulai protes berminggu-minggu dan bentrokan yang menewaskan sedikitnya tujuh polisi, melukai puluhan di kedua sisi dan memblokir jalan raya tersibuk di negara itu.

Pada puncak kekerasan, pemerintah Perdana Menteri Imran Khan melarang TLP, menetapkannya sebagai kelompok teroris dan menangkap Rizvi.

Sebuah pemberitahuan pemerintah mengatakan nama kepala TLP Saad Rizvi dengan ini dihapus dari daftar pengawasan terorisme setelah pihak berwenang mencabut larangan tersebut.

Para ahli hukum mengatakan penghapusan dari daftar pantauan akan menjadi prasyarat hukum untuk pembebasan apa pun.

TLP, yang dapat memobilisasi ribuan pendukung, lahir pada tahun 2015 dari kampanye protes untuk mencari pembebasan seorang penjaga polisi yang membunuh seorang gubernur provinsi pada tahun 2011 atas seruannya untuk mereformasi undang-undang penodaan agama.

Ia memasuki politik pada 2017 dan mengejutkan elit politik dengan mengamankan lebih dari 2 juta suara dalam pemilihan 2018.

Pemilihan nasional berikutnya dijadwalkan pada 2023, dan para analis memperkirakan kelompok-kelompok politik akan mulai bersiap mulai awal tahun depan. (Aiw/Aljazeera/OL-6)

Baca Juga

Matt Dunham / POOL / AFP

Ukraina Deklarasikan Invasi Rusia sebagai Genosida

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 27 Mei 2022, 13:25 WIB
Zelenskyy mengutuk serangan brutal Moskow di Donbas. Ia menambahkan bahwa pengeboman Rusia dapat membuat seluruh wilayah itu tidak...
Fabrice COFFRINI / AFP

Jerman Yakin Rusia akan Kalah

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 27 Mei 2022, 12:42 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan memenangkan perang di Ukraina, kata Kanselir Jerman Olaf...
KCNA VIA KNS / AFP

Tiongkok dan Rusia Gagalkan Sanksi AS untuk Korut

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 27 Mei 2022, 12:33 WIB
Tiongkok dan Rusia menggunakan hak veto untuk menolak resolusi baru yang diinisiasi Amerika Serikat (AS) untuk menekan pengembangan senjata...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya