Jumat 29 Oktober 2021, 09:40 WIB

Amazon Laporkan Penurunan Laba Karena Biaya Tenaga Kerja Meningkat

Mediaindonesia.com | Internasional
Amazon Laporkan Penurunan Laba Karena Biaya Tenaga Kerja Meningkat

nytimes.com
Ilustrasi

 

Raksasa e-commerce Amazon pada Kamis (28/10) waktu setempat melaporkan laba pada kuartal terakhir turun menjadi US$3,2 miliar atau sekitar Rp45 triliun karena masalah pasokan dan biaya tenaga kerja yang meningkat.

Perusahaan itu mengatakan penjualan naik menjadi US$110,8 miliar, namun labanya turun sekitar setengah dari pendapatan bersih dari kuartal yang sama tahun lalu.

Kemacetan rantai pasokan global dan kekurangan chip mulai membebani perusahaan-perusahaan besar bahkan pada saat kasus covid-19 di Amerika Serikat melonjak yang biasanya telah mendorong permintaan dari pengecer barang elektronik seperti Amazon.

“Kami selalu mengatakan bahwa ketika dihadapkan dengan pilihan antara mengoptimalkan keuntungan jangka pendek versus apa yang terbaik untuk pelanggan dalam jangka panjang, kami akan memilih yang terakhir,” kata kepala eksekutif Amazon, Andy Jassy, dikutip dari AFP pada Jumat (29/10).

Microsoft, Google Alphabet, dan Facebook telah membukukan laba besar pada pekan ini, meskipun Twitter melaporkan kerugian besar karena masalah gugatan pemegang saham.

Awal pekan ini, induk perusahaan Google Alphabet mengumumkan pendapatan kuartalan sebesar US$65,1 miliar, melampaui periode yang sama tahun lalu sekitar 41 persen didorong oleh layanan iklan dan cloud perusahaan dengan laba yang dihasilkan sekitar 18,9 miliar dolar AS.

Microsoft juga mengumumkan lonjakan pendapatan kuartalan yang dipicu oleh permintaan komputasi awan dengan perolehan laba US$20,5 miliar  dan pendapatan melonjak 22 persen.

Sementara Facebook mengumumkan bahwa laba pada kuartal ketiga tumbuh menjadi US$9,2 miliar atau meningkat 17 persen serta jumlah pengguna meningkat menjadi 2,91 miliar.

Namun Twitter pada Selasa (26/10) membukukan kerugian pada kuartal terakhir, didorong oleh masalah penyelesaian gugatan investor senilai lebih dari US$800 juta. (Ant/OL-12)

Baca Juga

AFP

Sydney Dikepung Banjir, Ribuan Warga Dievakuasi

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 04 Juli 2022, 13:55 WIB
Sejumlah pusat evakuasi telah dibuka di beberapa titik di wilayah Sydney. Warga pun diminta lebih waspada dan membatalkan rencana...
AFP

Warga Ohio Turun ke Jalan Protes Penembakan Lelaki Kulit Hitam oleh Polisi

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 04 Juli 2022, 13:50 WIB
Jayland ditemukan tewas di area parkir mobil. Berdasarkan investigasinya tidak ada bukti Walker sempat melepaskan tembakan ke arah...
Bagus SARAGIH / AFP

Rusia Kuasai Lysychansk

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 04 Juli 2022, 13:38 WIB
Pengambilalihan Lysychansk oleh Rusia berarti Moskow telah memenangkan kendali atas seluruh wilayah Luhansk serta lebih dari setengah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya