Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Oposisi Venezuela menyerahkan hampir 2 juta tanda tangan yang menuntut pengunduran diri Presiden Nicolas Maduro kepada Badan Pemilihan Nasional, Senin (2/5). Oposisi menuding Maduro sebagai penyebab krisis ekonomi yang kini membekap negeri di Amerika Selatan itu.
Kubu oposisi Democratic Unity Roundtable (MUD) mengklaim berhasil mengumpulkan 1,85 juta tanda tangan, atau sembilan kali lipat dari yang disyaratkan Badan Pemilihan Nasional, yakni 200 ribu tanda tangan. Petisi yang menuntut referendum tersebut dikumpulkan di dalam 80 kotak. Jika disetujui, tuntutan oposisi untuk menggelar referendum pada akhir tahun ini bisa terlaksana.
"Ini baru permulaan dari sebuah perjalanan yang akan berakhir dengan referendum serta pemilihan dari pemerintah yang bersatu," kata Sekretaris Eksekutif MUD Jesus Torrealba dalam akun Twitter-nya.
Kondisi ekonomi Venezuela mengalami resesi sejak 2013 sehingga pertumbuhan ekonomi turun 5,7% tahun lalu. Di tahun yang sama, inflasi mencapai 180%. Akibatnya, rakyat negeri berpenduduk 30 juta itu mengalami kekurangan bahan makanan dan krisis listrik. Mereka menuntut Maduro mundur karena dinilai tidak becus mengurus negara.
Saat menanggapi upaya oposisi itu, Maduro bertekad terus melawan. "Kami tidak takut pada mereka. Kami akan memeriksa tanda tangan satu per satu," kata anggota parlemen dan sekutu Maduro yang sangat berpengaruh, Diosdado Cabello, Senin (2/5).
Konstitusi Republik Bolivar Venezuela, nama lengkap negeri itu, menetapkan setelah Januari 2017, referendum tuntutan pengunduran diri akan mengalihkan kekuasaan Maduro kepada wakilnya, dan bukan menggelar pemilihan umum.
Konstitusi juga memberi waktu lima hari kepada otoritas berwenang untuk menghitung jumlah tanda tangan yang terkumpul dan lima hari untuk verifikasi. Pejabat Badan Pemilihan Tania D'Amelio mengatakan proses itu baru bisa dilakukan setelah waktu penyebaran petisi selama 30 hari terlewati (akhir Mei). Kubu oposisi menilai keputusan itu bias.
Skretaris eksekutif MUD Torrealba menyatakan proses penghitungan itu tidak perlu menunggu sebulan karena tanda tangan yang dikumpulkan sudah melebihi dari syarat awal dan 'tepat waktu'. Jika Badan Pemilihan menganggap tanda tangan yang didapat valid, oposisi harus mengumpulkan 4 juta lebih agar dewan bisa menggelar pemungutan suara. "Kami akan mencapai semua itu tepat waktu," imbuh Torrealba.
Krisis ekonomi Venezela diprediksi masih akan berlanjut tahun ini. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan inflasi Venezuela tahun ini akan mencapai 700%. Krisis ekonomi menyebabkan banyak perusahaan tutup.(AFP/Aya/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved