Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA warga keturunan Kuba tak mampu membendung perasaan bahagia mereka. Tetesan air mata haru pun mengalir. Kebahagiaan itu pecah saat mereka menginjak kaki di tanah asal mereka, Kuba, Senin (2/5) waktu setempat atau kemarin waktu Indonesia.
Tangis haru itu terjadi bersamaan dengan merapatnya kapal pesiar Adonia asal 'Negeri Paman Sam'. Berlabuhnya kapal itu sekaligus momen yang bersejarah. Kapal AS itu baru kembali singgah di Kuba setelah setengah abad berlalu.
Sejumlah warga AS berdarah Kuba yang lahir di AS bersama anak mereka termasuk di antara 700 penumpang yang menaiki kapal tersebut. Kehadiran Adonia telah menjadi tonggak baru dari pemulihan hubungan AS-Kuba. Sebelumnya selama era Perang Dingin lebih dari 50 tahun, AS berseteru dengan Kuba.
Lambaian bendera AS dan Kuba menyambut kedatangan kapal itu. Massa juga merekam suasana kebahagiaan itu dengan ponsel. Kendati matahari bersinar terik, mereka seakan tak peduli. Bahkan sebagian massa teriak dengan sukaria ketika nakhoda membunyikan klakson kapal.
Adonia bertolak dari Miami, AS, pada Minggu (1/5) waktu setempat. Sebagaimana diketahui, wilayah Negara Bagian Miami merupakan jantung dari para diaspora Kuba yang berada di negara adidaya tersebut.
"Saya telah menangis sejak fajar. Saya tak percaya saya di sini (Havana)," ucap Maria Eugenia Pena, 47, seorang pengacara berdarah Kuba yang lahir di Miami, AS. Orangtua Pena meninggalkan Kuba setelah Fidel Castro melakukan revolusi yang mengantarnya sebagai pemegang kendali pemerintahan 'Negeri Cerutu' pada 1959.
"Saya belum pernah melihat tanah air tempat asal ayah saya dan sanak saudara. Mereka tidak pernah saya temui sejak saya lahir," ucap Pena. "Saya datang ke sini bersama dengan sepupu pertama saya. Kami berbagi pengalaman," imbuhnya semringah.
Di tepi laut pelabuhan Havana, raut wajah Yaney Cajigal, 32, seorang penari, juga tampak ceria. Ia telah beberapa jam menunggu kehadiran kapal Adonia. Ia ingin menyambut keponakan perempuannya yang datang dari AS.
"Ini sangat luar biasa bagi saya, ini sangat membahagiakan," kata dia. "Kami menyambut mereka dengan kibaran bendara AS dan Kuba sehingga semuanya bersatu dalam perdamaian."
Pelayaran rutin
Kedatangan Adonia menjadi pembuka pelayaran rutin yang disebut Carvinal. Ke depan, Adonia akan berlayar dari Miami menuju Havana dua kali dalam sebulan. Pelayaran tersebut juga menjadi bagian pertukaran budaya di antara kedua negara.
Pemulihan hubungan AS-Kuba mulai dilakukan sejak Desember 2014. Namun, kedua negara tersebut mulai menjalin hubungan diplomatik secara penuh pada tahun lalu. Pertukaran kebudayaan ialah aspek kunci bagi kedua negara. Sebelumnya, sejak embargo perdagangan dan keuangan terhadap Kuba, Washington memang masih mengizinkan warga mereka berwisata ke Havana. (AFP/Drd/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved