Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Dicampakkan setelah Membantu

Hym
03/5/2016 07:35
Dicampakkan setelah Membantu
(AFP/SS MIRZA)

DI tengah kegelapan pada 2 Mei 2011, dua helikopter dipenuhi pasukan elite Navy Seals Amerika Serikat (AS) mendarat di sebuah kompleks di Abbottabad. Jaraknya hanya 1 km dari akademi militer Pakistan.

Operasi yang mengejutkan itu membunuh pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden, buruan yang bertahun-tahun dicari.

Setelah menembak Bin Laden di bagian kepala, pasukan membawa tubuhnya, lalu meninggalkan sebuah helikopter Black Hawk yang rusak saat operasi.

Kini, lima tahun berlalu setelah kematian Bin Laden, Shakil Afridi, dokter berkebangsaan Pakistan yang menjalankan program vaksinasi palsu di Abbottabad, Pakistan, hidup merana di balik jeruji besi.

Pemerintah AS pun mencampakkannya.

Padahal, program vaksinasi palsu Afridi di Abbottabad ikut membantu CIA melacak Bin Laden.

Sampel darah yang dia ambil dalam program palsu tersebut membuat intelijen AS mengetahui bahwa Osama bin Laden tinggal di sebuah tempat persembunyian di Abbottabad.

Afridi, diyakini berusia sekitar 50 tahun, tidak memiliki akses ke pengacara.

Perjuangan banding sang dokter untuk melawan hukuman penjara 23 tahun pun telah terhenti.

"Saya tidak punya harapan bertemu dengannya, tidak ada harapan untuk keadilan," ujar kakak Afridi, Jamil.

Qamar Nadeem, pengacara Afridi, mengungkapkan mantan dokter bedah senior tersebut tinggal di sel isolasi di sebuah ruangan kecil.

Kliennya hanya diperkenankan bersua dengan keluarga dekatnya tidak lebih dari enam kali dalam setahun.

Peran Afridi dalam salah satu operasi pembunuhan yang paling terkenal di dunia itu dalam beberapa dekade terakhir masih belum jelas.

Rincian tentang bagaimana ia bertemu Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) tidak jelas.

Sejumlah laporan Pakistan menyebut pejabat di Save the Children itu bertindak sebagai perantara, meskipun badan amal itu menyangkal keterlibatan mereka.

Hal yang bisa diketahui ialah pekerjaan Afridi menjalankan program vaksinasi hepatitis C palsu dengan tujuan mendapatkan sampel genetik dari Abbottabad, sebuah kota garnisun dan rumah bagi Akademi Militer Pakistan.

Di kota itulah, Bin Laden dan keluarganya membangun rumah di pertengahan 2000-an, di bawah perlindungan para perwira militer senior Pakistan.

Beberapa pekan setelah penggerebekan yang menewaskan Bin Laden, Afridi ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

Ia dituduh memiliki hubungan dengan kelompok militan, dakwaan yang selalu dia bantah. (AFP/Hym/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya