Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Taiwan menyatakan protes keras setelah pihak berwenang Malaysia mendeportasi 32 warga mereka ke Tiongkok atas dugaan menipu.
Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA), sebagaimana dilaporkan Kantor Berita CNA, Senin (2/5), menyatakan kebijakan tersebut dapat merusak hubungan antara Taiwan dan Malaysia.
Oleh sebab itu, mereka mengajukan protes resmi kepada pemerintah Malaysia.
Peristiwa tersebut terjadi setelah 45 warga Taiwan yang diduga melakukan penipuan dari Kenya ke Tiongkok dideportasi, awal bulan lalu.
Seperti diwartakan AFP, pada Sabtu (30/4), sebanyak 32 orang dibawa ke Tiongkok, bersama 65 orang lain yang berkewarganegaraan Tiongkok.
Pesawat yang mengangkut para tersangka mendarat di Guangzhou sekitar pukul 20.00 waktu setempat dan Kementerian Keamanan Publik Tiongkok telah memberi tahu pihak berwenang Taiwan mengenai situasi tersebut dan meminta mereka agar mengirimkan para pejabat mereka untuk melakukan penyelidikan bersama atas kasus tersebut.
Sebanyak 32 orang tersebut termasuk kelompok beranggotakan 52 warga Taiwan yang ditangkap di Malaysia pada 25 Maret lalu.
Mereka melakukan penipuan dengan menggunakan media telekomunikasi terhadap warga di Tiongkok.
Sebanyak 20 orang lainnya dibawa kembali ke Taiwan pada 15 April 2016.
Pemerintah Tiongkok berkeras agar sisa dari 32 orang tersebut dikirim ke Tiongkok, sebab ke-20 orang tersangka yang dipulangkan ke Taiwan ternyata telah dibebaskan dan semua korban penipuan tersebut merupakan warga negara Tiongkok.
Negeri komunis itu ingin ada hukuman adil bagi para penipu tersebut.
"Meskipun ada upaya komunikasi dari kantor perwakilan Taiwan di Malaysia dengan pihak berwenang di Kuala Lumpur, mereka tetap memutuskan penyerahan 32 warga Taiwan ke Tiongkok karena adanya tekanan dari Beijing," kata pihak Kemenlu Taiwan.(Ant/dio/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved