Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Puluhan Ribu Pekerja Migran Dipecat

Hde
03/5/2016 01:30
Puluhan Ribu Pekerja Migran Dipecat
(AFP / MAHMOUD MAHMOUD)

PERUSAHAAN konstruksi terbesar di Arab Saudi, Saudi Binladin Group, memecat 77 ribu pekerja asing, kemarin.

Pemecatan itu diprotes para karyawan yang dipecat dengan mengamuk dan membakar sembilan bus perusahaan.

Juru bicara Pertahanan Sipil Mekkah Mayor Nayef al-Sharif mengatakan tidak ada korban dalam kejadian itu.

Petugas pemadam kebakaran telah memadamkan api.

Karyawan migran Binladin Group tersebut dalam beberapa pekan terakhir menggelar demonstrasi. Mereka mengklaim belum menerima gaji dari perusahaan tersebut selama enam bulan.

Sejumlah laporan menyebutkan perusahaan yang didirikan bapak dari Osama bin Laden, pemimpin Al-Qaeda itu, dibebani utang US$30 miliar akibat anjloknya harga minyak.

Pemerintah Saudi mencabut kontrak-kontrak dengan perusahaan itu pascainsiden robohnya crane pada September 2015 yang menewaskan 107 orang.

Selain pencabutan kontrak-kontrak, perusahaan itu juga kesulitan keuangan lantaran keterlambatan pembayaran dari pemerintah Arab Saudi yang juga tengah dibelit defisit akibat anjloknya harga minyak.

Pejabat perusahaan itu, seperti dilaporkan harian Al-Watan, mengatakan sejak Minggu (2/5), sekitar 77 ribu pekerja Binladin Group telah menerima exit visa untuk meninggalkan negeri kaya minyak itu.

Pejabat itu menambahkan, para pekerja itu merupakan bagian dari 200 ribu ekspatriat yang dipekerjakan perusahaan konstruksi terbesar di dunia itu .

Selain itu, 12 ribu dari 17 ribu warga Saudi yang merupakan karyawan perusahaan itu mulai dari insinyur, administrator, dan inspektur juga diperkirakan akan dipecat tidak lama lagi.

Pada Jumat (29/4) lalu, Al-Watan melaporkan 50 ribu staf perusahaan itu menolak meninggalkan Arab Saudi lantaran gaji mereka lebih dari empat bulan belum dibayarkan.

Surat kabar lainnya, Arab News, Minggu (1/5) melaporkan karyawan Saudi Binladin Group mengakui telah terjadi pemecatan besar-besaran.

Surat kabar itu juga menyebutkan para pekerja yang belum digaji itu membakar bus perusahaan di Mekkah pada akhir pekan kemarin.

Dengan kantor pusat di Jeddah, Saudi Binladin Group yang didirikan pada 1931 itu menikmati kontrak besar dari pemerintah Arab Saudi selama tiga dekade.

Perusahaan itu mengerjakan proyek-proyek penting Kerajaan Arab Saudi, termasuk jalan, terowongan, bandara, universitas, dan hotel.

Namun, perusahaan itu harus kehilangan kontrak-kontrak mereka setelah sebuah crane yang tengah digunakan untuk perluasan Masjidil Haram di Mekkah roboh dan menimpa jemaah haji pada September 2015.

Insiden itu mengakibatkan sedikitnya 111 jemaah haji tewas.

Setelah hal itu, Raja Salman memutus bebrapa kontrak perusahaan itu. (AFP/Arabnews/Hde/i-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya