Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH suara rintihan samar-samar menghampiri telinga para anggota tim SAR asal Venezuela yang tengah melakukan inspeksi untuk masalah sktruktur bangunan di Provinsi Minabi, Ekuador, Jumat (29/4).
Sekitar dua pekan sebelumnya, wilayah itu porak-poranda dihantam gempa berkekuatan 7,8 pada skala Richter.
Pemerintah setempat memang mempersilakan sejumlah tim SAR, dokter, dan perawat dari negara lain untuk membantu mengevakuasi dan merawat korban.
Setelah lokasi terlacak dan diyakini suara manusia yang terperangkap di bawah gedung yang sebagian runtuh, tim asal Venezuela itu langsung berkoordinasi dengan otoritas setempat dan melakukan upaya penyelamatan.
Pihak Kedutaan Besar Venezuela di Quito, ibu kota Ekuador, mengumumkan, Sabtu (30/4) waktu setempat, tim SAR telah berhasil menyelamatkan Manuel Vasquez, 72.
Pria yang sudah memasuki masa senja itu diketahui terperangkap hampir 2 pekan pascagempa.
"Mereka (tim pencari) menemukan Vasquez di gedung yang sebagian runtuh pada Jumat di Provinsi Manabi saat melakukan inspeksi untuk masalah struktural bangunan," kata Kedutaan Venezuela, di situs resminya, kemarin.
Vasquez kini dirawat di rumah sakit dengan gangguan ginjal dan kaki yang putus.
Dia juga menderita dehidrasi dan bingung akibat 13 hari hidup tanpa makanan di tengah reruntuhan di Kota Jaramijo.
Pihak kedutaan mengatakan jari-jari korban terpaksa harus diamputasi.
Vasquez yang sudah sepuh mengaku keberhasilannya bertahan selama hampir 2 pekan merupakan keajaiban.
Pihak berwenang bahkan sudah memprediksi tak akan ada lagi korban yang bisa ditemukan selamat.
Gempa pada 16 April lalu, yang terburuk melanda Ekuador dalam beberapa dekade, menewaskan 660 orang dan menyebabkan 29 ribu orang kehilangan tempat tinggal.
Gempa juga meruntuhkan bangunan dan merusak jalan dan infrastruktur lainnya di daerah wisata di sepanjang pantai.
Presiden Ekuador Rafael Correa telah mengumumkan serangkaian langkah ekonomi yang drastis sebagai kompensasi bencana gempa.
Ia memperkirakan dibutuhkan dana US$3 miliar (Rp39 triliun) untuk keperluan rekonstruksi di berbagai wilayah yang porak-poranda.
Dana itu termasuk untuk keperluan membangun kembali sekitar 6.600 rumah, jalan, sekolah, dan pusat kesehatan yang terdampak.
Gempa kedua menghantam Ekuador satu minggu kemudian, yang menyebabkan kerusakan lebih lanjut.
Presiden Correa mendesak semua pihak untuk bersatu dan tabah selama menghadapi masa-masa sulit. (AFP/Haufan Hasyim Salengke/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved