Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kim Jong-un Segera Resmikan Takhtanya

AFP
02/5/2016 01:15
Kim Jong-un Segera Resmikan Takhtanya
(AP/Ahn Young-joon)

KONGRES Partai Pekerja yang akan digelar 6 Mei mendatang akan menjadi podium resmi penasbihan Kim Jong-un sebagai pemimpin Korea Utara.

Meski belum disahkan secara resmi, dalam 4 tahun terakhir, putra mendiang Kim Jong-il ini memegang tampuk kekuasaan menggantikan ayahnya.

Selama periode itu pula, Jong-un merombak kabinet, memecat, bahkan mengeksekusi pejabat yang dianggapnya membangkang.

Pria kelahiran 8 Januari 1983 ini, juga menunjukkan kekuasaanya pada dunia luar dengan memprovokasi tetangga sekaligus seteru utamanya, Korea Selatan, dengan menggelar sejumlah uji coba rudal.

Kongres partai penguasa yang akan digelar sejak 40 tahun terakhir ini akan menjadi legitimasi resmi Kim sebagai ahli waris sah dinasti Korut yang diawali oleh kakeknya, Kim Il-sung dan diteruskan ayahnya, Kim Jong-il.

"Kongres ini ialah segalanya bagi Kim Jong-un," tutur John Delury, seorang pakar bidang Korut di Universitas Yonsei di Seoul, Minggu (1/5).

"Ini ialah kesempatan Kim untuk mendemonstrasikan bahwa dirinya berkuasa penuh dan semua orang harus mematuhi perintahnya," imbuhnya.

Kim Jong-un belum lahir saat berlangsungnya kongres terakhir Partai Pekerja pada 1980.

Pada saat itu, ayah Kim dinobatkan sebagai penerus Kim Il-sung.

Setelah meninggalnya Kim Jong-il pada Desember 2011, Jong-un kemudian naik takhta.

Namun, banyak pihak yang meragukan kemampuannya.

Kim menjawab keraguan itu dengan tangan besi.

Dia, misalnya, merombak struktur partai, pemerintahan, hingga menyingkirkan sejumlah sosok penting yang dianggapnya tidak setia.

Kim juga melakukan serangkaian eksekusi mati, termasuk terhadap pamannya sendiri, Jong Song-thaek.

Kim makin ditakuti dan menjadi sorotan dunia setelah dia memerintahkan serangkaian uji coba nuklir.

Meski dunia internasional mengecam keras aksinya yang dinilai menggoyang perdamaian di Semenanjung Korea dan dunia, Kim bergeming.

Pekan lalu, dia bahkan menguji coba peluncuran rudal balistik dari kapal selam (SLBM).

Dengan keberhasilan uji coba itu, Kim mengklaim negaranya kini memiliki kemampuan menyerang Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) sewaktu-waktu. (AFP/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya