Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Presiden Aquino Siap Serang Abu Sayyaf

Ths
28/4/2016 06:20
Presiden Aquino Siap Serang Abu Sayyaf
(AFP/MPB/BENHUR ARCAYAN)

PRESIDEN Filipina Benigno Aquino bersumpah akan melancarkan serangan militer untuk melumpuhkan kelompok Abu Sayyaf.

Pernyataan itu disampaikan Aquino setelah kelompok tersebut memenggal seorang sandera asal Kanada, John Ridsdel, kemarin.

"Apa yang menjadi sangat penting saat ini ialah melumpuhkan aktivitas kriminal kelompok Abu Sayyaf," kata Aquino, kemarin.

Ridsdel diculik Abu Sayyaf tujuh bulan lalu dari sebuah kapal pesiar.

Seusai Ridsdel dipenggal, tubuhnya dibuang di sebuah jalan di Jolo, sebuah pulau terpencil di daerah Filipina Selatan yang merupakan salah satu benteng utama Abu Sayyaf.

"Pembunuhan ini dimaksudkan untuk meneror seluruh penduduk kita. Mungkin mereka berpikir bisa menanamkan rasa takut kepada kita. Sebaliknya, mereka justru mendorong kita menegakkan keadilan," ujar Aquino.

"Kami selalu terbuka untuk pembicaraan dengan orang-orang yang menginginkan perdamaian, tetapi mereka yang melakukan kekejaman seperti itu bakal menghadapi kekuatan penuh negara," sambungnya.

Sejauh ini, kurang lebih 20 warga negara asing, termasuk 10 warga negara Indonesia, masih ditawan kelompok Abu Sayyaf, yang pembebasan mereka tengah diupayakan.

Aquino mengatakan para tawanan berada di bawah kendali Radullan Sahiron, salah satu pendiri Abu Sayyaf.

Sahiron, kata Aquino, telah mengonsolidasikan pasukannya, sedangkan sebagian besar sandera ditahan di daerah Sulu, sebuah kepulauan berpenduduk muslim yang berjarak sekitar 1.000 kilometer dari Manila.

"Ini tentu menjadi tantangan sekaligus kesempatan. Tantangan karena di sana ada kekuatan pasukan Abu Sayyaf yang cukup besar sekaligus ada tawanan, tetapi juga kesempatan karena menghancurkan kekuatan-kekuatan ini ada dalam genggaman kita," kata Aquino.

Sementara itu, potongan tubuh tanpa kepala yang diyakini merupakan jadad Ridsdel ditemukan warga di sebuah desa terpencil di Patikul, Sulu, Filipina Selatan.

Direktur Polisi Provinsi Sulu Wilfredo Cayat mengatakan, saat ditemukan warga, tubuh korban ditutupi dengan karung dan daun.

Abu Sayyaf dilaporkan memenggal Ridsdel pada Senin (25/4).

Kuat dugaan, ia dipenggal karena gagal membayar tebusan sebesar 300 juta peso.

Menyusul tindakan kelompok Abu Sayyaf tersebut, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina Letnan Jenderal Glorioso Miranda bersama dengan Kepala Staf Angkatan Darat Filipina Letjen Eduardo Ano memastikan operasi militer sudah dipersiapkan untuk menyerang Abu Sayyaf. (AFP/Philstar/Ths/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya