Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Jeda Pengeboran Harga Melonjak

Hym
28/4/2016 06:15
Jeda Pengeboran Harga Melonjak
(AP/BRUCE STANLEY)

HARGA minyak mendadak melonjak tajam Selasa (26/4) waktu setempat.

Kondisi tersebut memberi napas baru di tengah spekulasi bahwa Arab Saudi, negara produsen minyak terbesar di dunia, tengah berencana mengurangi aktivitas pengeboran untuk mengantisipasi pasokan minyak global yang berlebihan.

"Pasar sudah mengarah ke yang lebih tinggi dari awal perdagangan, tampaknya telah mendapat dorongan ekstra dari laporan laba Nabor Industries," ungkap Bob Yawger dari Mizuho Securities.

Yawger mengatakan perusahaan pengeboran mengklaim Saudi memiliki rencana untuk mengurangi jumlah alat pengeboran mereka hingga 10%. Rencana itu telah mendongkak harga minyak dunia.

Berdasarkan patokan West Texas Intermediate (WTI), pengiriman Juni naik US$1,40 atau 3,3% dan menjadi US$44,04 per barel di New York Mercantile Exchange.

Penaikan tersebut merupakan penutupan tertinggi sejak November.

Demikian pula dengan minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni, patokan Eropa, naik 2,8% di perdagangan London.

Para analis mengatakan rebound dari kerugian perdagangan Senin (25/4) juga mungkin disebabkan posisi dolar AS yang sedikit lebih lemah.

"Sementara itu, pergerakan harga jangka pendek mungkin didorong permintaan keuangan terkait dengan melemahnya nilai dolar AS. Kami terus melihat pasar fisik yang tersuplai masih sangat baik," kata Tim Evans dari Citi Futures.

Di sisi lain, Bloomberg News melaporkan Saudi menjual sebuah kargo minyak ke pusat pengolahan minyak milik Tiongkok, Shandong Chambroad.

Pengiriman sebesar 730 ribu barel itu tidak biasa bagi Saudi.

Biasanya mereka melakukan penjualan melalui kontrak jangka panjang. (AFP/Hym/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya