Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH Donald Trump untuk memasuki Gedung Putih sebagai wakil Partai Republik, sepertinya sulit terbendung.
Bahkan, kolaborasi dua rivalnya, John Kasich dan Ted Cruz, tak mampu memupuskan popularitas sang taipan itu.
Dalam pemilihan primary (pendahuluan) di lima negara bagian: Connecticut, Delaware, Maryland, Pennsylvania, dan Rhode Island, yang digelar Selasa (26/4) waktu setempat, Trump menyapu bersih kemenangan dengan keunggulan persentase lebih dari 50% di setiap wilayah.
Sebaliknya, Hillary Clinton, meski menang di empat negara bagian, sempat tergelincir di Rhode Island.
Di wilayah itu, dia kalah dari pesaingnya, Bernie Sanders.
"Saya sudah menduga. Sejauh yang saya perhatikan, semuanya (pertarungan) telah berakhir," ujar Trump di hadapan pendukungnya di Trump Tower, New York.
Dalam pemilihan yang juga disebut 'Super Tuesday 3' itu, Trump menang telak di Rhode Island dengan meraih 64% suara, jauh meninggalkan Gubernur Ohio, John Kasich yang hanya mendulang 24% dan Senator Texas, Ted Cruz (10%).
Begitu pula di empat negara bagian lainnya, Trum rata-rata mendulang lebih dari 50%, yakni Delaware (60,8%) Connecticut (57,7%), Maryland (54,4%), dan Pennsylvania (56,7%).
Keberhasilan ini membuat Trump makin percaya diri.
Pria yang kerap melontarkan pernyataan kontroversial itu bahkan mengejek rivalnya dengan menyebut peluang mereka nol persen untuk dinominasikan pada konvensi partai Juli mendatang.
Trump menyebut upaya Ted Cruz dan Kasich menjegal dirinya sebagai tindakan sangat bodoh.
Untuk memenangi nominasi kandidat Partai Republik, Trump harus mengumpulkan suara dari 1.237 delegasi.
Saat ini dia telah mengumpulkan 988 delegasi atau kurang 249 delegasi lagi. Diikuti oleh Cruz yang baru mendapat 568 delegasi dan 152 untuk Kasich.
Sejumlah pakar memprediksi, kunci kemenangan akan ditentukan di Indiana.
Siapa yang mampu menguasai wilayah itu, dialah yang bakal melenggang.
Untuk itu, Kasich sepakat untuk lebih dulu berkampanye di Indiana, pada 3 Mei nanti, sedangkan Cruz akan menyusul ke primary New Mexico dan Oregon.
"Jika Trump menang di Indiana, itu akan sangat sulit menghentikan dia (Trump)," kata profesor ilmu politik Brown University, AS, James Morone.
Sebaliknya, jika Trump kalah di wilayah itu, ia akan ditinggal simpatisannya di putaran berikutnya. John Fortier dari Bipartisan Policy Center, Washington DC, mengatakan Donald Trump ialah pemimpin yang kuat dan tampaknya akan dinominasikan Partai Republik.
Namun, ada upaya-upaya yang sedang berlangsung dari pihak luar dan kandidat-kandidat lain untuk menghentikannya.
"Tetapi banyak yang menilai hal ini sudah terlambat," ujarnya.
Ejek Hillary
Seperti biasanya, Trump tetap percaya diri. Dia bersikukuh tak akan mengubah gayanya berkampanye.
Tak hanya pesaingnya di Republik, dia bahkan mengejek lawannya dari Partai Demokrat.
"Jika (Hillary) Clinton seorang pria, saya rasa dia tidak akan berhasil mendapatkan 5% suara," ujar Trump.
Namun, Clinton menantang balik pernyataan Trump.
"Jika ingin memperjuangkan layanan kesehatan wanita, cuti keluarga, dan kesetaraan gaji atau memainkan kartu wanita (isu-isu perempuab), berikan kartu itu kepada saya," tegasnya.
Hillary memang sedang di atas angin setelah mampu unggul di empat negara bagian.
"Mari terus maju, menangkan nominasi dan Juli nanti kita kembali satu sebagai partai yang bersatu!" serunya. (AFP/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved