Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Abu Sayyaf Eksekusi Sandera

AP/Hym
27/4/2016 07:15
Abu Sayyaf Eksekusi Sandera
(AP)

MILITER Filipina semakin berada di bawah tekanan untuk segera membebaskan lebih dari 20 warga negara asing yang disandera, termasuk 14 warga negara Indonesia dari tangan kelompok militan Abu Sayyaf.

Di sisi lain, para tentara tengah menghadapi dilema. Selain memburu anggota kelompok Abu Sayyaf, mereka juga harus bisa membebaskan para sandera dalam keadaan hidup.

Tekanan terhadap militer Filipina meningkat setelah Abu Sayyaf mengeksekusi seorang sandera berkebangsaan Kanada, John Ridsdel, 68, Senin (25/4), di Provinsi Sulu, Filipina Selatan. Eksekusi terhadap sandera oleh Abu Sayyaf itu bukanlah yang pertama.

Aksi tidak manusiawi itu memicu kecaman. Bahkan, Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau berjanji akan turut membantu Filipina dalam memberangus kelompok ekstremis pelaku eksekusi warganya.

"Tekanan pada angkatan bersenjata benar-benar besar," kata analis terorisme, Julkipli Wadi, seperti dilansir AP, kemarin. "Pendekatan ini masih konvensional dan sebagian besar terlepas dari pertanyaan politik secara keseluruhan." Sementara itu, militer dan polisi Filipina bertekad dan memerangi kelompok militan serta untuk membebaskan para sandera. (AP/Hym/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya