Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH serangan udara menghantam area yang dikuasai pemberontak di Allepo, Suriah, Selasa (26/4) pagi hari. Serangan itu menyebabkan sejumlah bangunan hancur, termasuk pusat pelatihan organisasi bantuan White Helmets, di Al-Atarib, Aleppo. Setidaknya 19 warga sipil tewas akibat serangan itu, termasuk lima pekerja White Helmets.
Serbuan itu merupakan serangan balasan yang diluncurkan kubu pemerintah. Sebelumnya, Senin (25/4), kelompok pemberontak menyerang area kekuasaan pasukan propemerintah Suriah di Aleppo hingga menewaskan 19 warga sipil.
Menurut laporan koresponden AFP, di daerah permukiman Fardos, area yang dikuasai pemberontak, seorang pria muda terluka di bagian kepala. Ia digotong melewati jalanan yang penuh puing.
Ketegangan di Aleppo kembali memanas sejak Jumat (22/4). Setidaknya puluhan warga sipil tewas oleh artileri atau roket pemberontak maupun serangan udara pasukan pemerintah. Pertempuran muncul di sejumlah titik di Provinsi Aleppo yang menjadi lalu lintas rute pasokan bantuan yang strategis bagi seluruh pihak berseteru.
Pemerhati Hak Asasi Manusia Suriah mengatakan jumlah korban tewas kemungkinan lebih besar. Dalam 24 jam pertempuran, sebanyak 30 orang tewas, termasuk delapan anak kecil. Pengeboman yang dilakukan kedua kubu juga menyebabkan belasan warga sipil luka-luka.
Sejauh ini, belum diketahui siapa pihak yang melancarkan serangan udara di Al-Atarib, 35 kilometer Aleppo, apakah pasukan udara Suriah atau sekutu Rusia. Satu hal yang pasti, pertempuran itu telah melanggar perjanjian gencatan senjata yang mulai diberlakukan 27 Februari 2016. Serangan itu juga menodai perundingan damai di Jenewa yang dimotori Amerika Serikat (AS), Rusia, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sejak konflik berkecamuk pada 2011, sudah lebih dari 270 ribu orang warga Suriah tewas dan jutaan lainnya mengungsi.
Konflik ini bertambah rumit karena tutur campurnya sejumlah negara, termasuk AS dan sekutunya yang mendukung pemberontak, serta Rusia yang berada di belakang pasukan pemerintah. Senin (25/4), AS bahkan berjanji bakal menambah 250 personel.
Alasan mereka, bantuan itu untuk memberi dukungan kepada milisi memerangi Islamic State (IS). "Setiap dukungan yang mereka tawarkan ialah positif tapi kami berharap akan ada dukungan yang lebih besar," kata juru bicara milisi Talal Silo.
Sejauh ini, pembicaraan mengenai perdamaian di Suriah terus digulirkan, termasuk perundingan yang sedang berlangsung di Jenewa. Juru bicara PBB, Ahmad Fawzi, kemarin, mengatakan utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, akan berbicara di depan dewan melalui video hari ini. (AFP/Aya/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved