Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) dan Bulan Sabit Merah Arab melakukan evakuasi besar-besaran terhadap warga yang terluka dan sakit dari kota-kota yang dikepung tentara pemerintah atau pemberontak, Rabu (20/4) malam.
"Evakuasi dilakukan karena mendesaknya kebutuhan penanganan medis (warga di kawasan terkepung)," kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric.
Sebanyak 250 orang dievakuasi dari Madaya dan Zabadani, sebelah barat laut Damaskus, yang dikepung pasukan pemberontak, kemarin dini hari.
Sebanyak tujuh bus dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang sempat dilanda bencana kelaparan tahun lalu itu.
Dalam jumlah yang kurang lebih sama, warga Kota Fuaa dan Kafraya, sebelah barat daya Allepo, yang dikepung pasukan pemerintah, juga dievakuasi.
Di saat yang sama dengan proses evakuasi, kelompok bantuan juga mengirimkan bantuan terbesar ke kota-kota yang terkepung.
Juru bicara Komisi Internasional Palang Merah (ICRC), Pawel Krzysiek, mengatakan, pihaknya dan Bulan Sabit Merah mengirimkan 65 truk makanan dan obat-obatan kepada sekitar 120 ribu penduduk di sekotar Kota Rastan,
Provinsi Homs. Warga kota itu menerima bantuan terakhir kali pada 2012.
"Ini bantuan kemanusiaan terbesar yang kami lakukan di Suriah sejauh ini," ujarnya.
Setidaknya lebih dari empat juta warga Suriah hidup di tengah kepungan dua kubu berseteru (pemerintah dan kelompok pemberontak).
Selama ini mereka sulit dijangkau sehingga pasokan makanan dan medis terbatas.
Situasi kemanusiaan di kota-kota yang terjebak pertempuran merupakan salah satu batu sandungan dalam perundingan damai antara pihak-pihak yang bertikai di Suriah.
Masih pada hari yang sama, Amerika Serikat (AS) mengirimkan pesawat pengebom B-52 untuk menghancurkan fasilitas penyimpanan senjata di Mosul Selatan.
Pengiriman pesawat pengebom itu dilakukan beberapa hari setelah Menteri Pertahanan AS Ash Carter mengumumkan akan menambahkan personel pasukan AS, dana, dan perlengkapan untuk menumpas kelompok Islamic State (IS) di Irak.
Komando AS juga bekerja sama dengan pasukan Kurdi dalam sebuah penyerbuan yang menargetkan tokoh senior IS. (AFP/Aya/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved