Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIDAKNYA tiga orang tewas dan 136 luka-luka akibat ledakan besar yang terjadi di sebuah kilang minyak di bagian timur Meksiko, tepatnya di Kota Coatzacoalcos, Rabu (20/4) waktu setempat.
Ledakan hebat yang terjadi di kilang milik Pemex itu bahkan terasa sejauh 10 km, sehingga otoritas setempat terpaksa mengevakuasi para siswa sebuah sekolah yang berada di dekat lokasi.
Warga di kota tersebut pun berhamburan ke luar rumah, karena khawatir ledakan akan menjalar ke seluruh kota.
Pejabat setempat mengatakan penyebab ledakan masih didalami.
"Hanya ditemukan petunjuk awal, yaitu kebocoran senyawa yang mudah terbakar," kata Kepala Eksekutif Pemex, Jose Antonio Gonzalez.
Gubernur Negara Bagian Veracruz, Javier Duarte Milenio, mengatakan korban mungkin masih akan bertambah.
Kata dia, saat ini ada 88 korban luka yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, 13 orang di antara mereka mengalami luka serius.
Adapun 100 pekerja pabrik dan 2.000 warga dievakuasi pascaledakan itu.
Beberapa toko di Coatzacoalcos pun terkena dampak ledakan. Jendela-jendala toko banyak yang pecah.
"Saya terpaksa meninggalkan rumah saya, karena saya pikir seluruh kota ini akan terbakar," kata Marcela Andrade Moreno, yang kaca rumahnya pecah akibat ledakan.
Sering terjadi
Warga juga khawatir ledakan itu akan sama dengan ledakan yang terjadi pada 1991 di fasilitas yang sama.
Saat itu, enam orang tewas.
"Kita hidup di sebuah bom waktu," kata Abelardo Garduza, seorang pedagang dari Desa Allende.
Kebakaran di fasilitas minyak Meksiko hampir menjadi hal yang biasa.
Pada Februari lalu, misalnya, dua orang tewas dan tujuh luka-luka dalam kebakaran di sebuah kilang minyak Pemex di lepas Pantai Campeche, yang juga terdapat di bagian tenggara Meksiko.
Selain itu, pada Agustus 2015, sebuah pipa gas milik Pemex meledak di Kota Monterrey dan menewaskan lima orang.
Menurut Milenio, kilang yang meledak kali ini menghasilkan vinil klorida, yang merupakan bahan kimia berbahaya yang digunakan untuk membuat pipa PVC dan bahan kemasan.
Pemerintah negara bagian telah menyarankan warga Coatzacoalcos dan kota kecil di sekitarnya agar tetap berada di dalam rumah supaya mereka tidak menghirup atau terpapar gas beracun, sementara semua sekolah di daerah tersebut telah diliburkan.
Lalu lintas di sepanjang satu bagian Jalan Raya Coatzacoalcos-Villahermosa juga ditutup.
Sementara itu, pihak perusahaan memastikan bahwa ekspor minyak dari kilang itu, yang merupakan salah satu terminal distribusi minyak terbesar di Meksiko, tidak akan terpengaruh akibat kebakaran tersebut.
"Situasi terkini sudah bisa dikendalikan. Peristiwa itu tidak memicu risiko bagi warga sekitar," jelasnya. (AFP/ths/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved