Rabu 30 Juni 2021, 14:10 WIB

Militer Myanmar Bebaskan 700 Tahanan dari Penjara Insein

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Militer Myanmar Bebaskan 700 Tahanan dari Penjara Insein

AFP
Ilustrasi

 

OTORITAS militer Myanmar akan membebaskan sekitar 700 orang, yang ditahan karena menentang kekuasaan militer, dari penjara Insein Yangon pada Rabu (30/6).

Kepala penjara Zaw Zaw mengatakan dia tidak memiliki daftar orang-orang yang dibebaskan, tetapi berita BBC berbahasa Burma melaporkan itu akan mencakup orang-orang yang dituduh menghasut setelah buka suara menentang kudeta.

Kerumunan orang berkumpul menjelang pembebasan di luar penjara Insein, penjara era kolonial di pinggiran pusat komersial Yangon, menurut foto-foto yang beredar di media sosial.

Portal berita Myanmar Now melaporkan bahwa di seluruh negeri sekitar 2.000 tahanan akan dibebaskan. Seorang pejabat departemen penjara menolak berkomentar.

Sejak junta menggulingkan pemerintah terpilih Peraih Nobel Aung San Suu Kyi pada 1 Februari, pihak berwenang menghadapi aksi protes harian yang melumpuhkan bisnis resmi dan swasta, sementara pemberontakan etnis yang telah melanda Myanmar selama beberapa dekade juga berkobar.

Banyak orang telah ditangkap berdasarkan pasal 505A KUHP, yang mengkriminalisasi komentar yang dapat menyebabkan ketakutan atau menyebarkan berita palsu dan dapat dihukum hingga tiga tahun penjara.

Baca juga : Gelombang Panas di British Columbia, Sebabkan Kematian Meningkat

Lebih dari 5.200 orang ditahan, menurut kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik. Mereka juga mengatakan bahwa 883 orang telah terbunuh selama kudeta.

Pada Selasa, televisi Myawaddy yang dikelola militer mengatakan pihak berwenang telah membatalkan dakwaan terhadap 24 selebriti yang dinyatakan buron di bawah undang-undang anti-hasutan setelah meninggalkan komentar anti-pemerintah.

Aktor, olahragawan, influencer media sosial, dokter dan guru termasuk di antara ratusan orang yang terdaftar sebagai buronan karena menentang junta.

Suu Kyi, 76, bersama dengan anggota lain dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) telah ditahan sejak militer menggulingkan pemerintah sipil terpilihnya.

Dia dituduh melakukan serangkaian pelanggaran mulai dari penyuapan dan melanggar protokol virus korona hingga memiliki radio dua arah secara ilegal dan hasutan untuk melakukan kejahatan terhadap negara.

Militer mengatakan pihaknya mengambil alih kekuasaan setelah menuduh partai Suu Kyi melakukan manipulasi suara yang membawanya ke tampuk kekuasaan dalam pemilihan November, meskipun komisi pemilihan pada saat itu menolak pengaduannya. NLD mengatakan menang secara adil. (Straitstimes/OL-2)

 

Baca Juga

AFP/Hector RETAMAL

Varian Omikron Muncul Lagi di Xinjiang dan Tibet saat Puncak Liburan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 23:30 WIB
Selama 1-21 Juli 2022, Xinjiang telah menerima 25,5 juta wisatawan atau naik 15,7% jika dibandingkan dengan periode yang sama...
AFP/Tang Chhin Sothy.

UE Serahkan Teks Final Kesepakatan Nuklir, Respons AS dan Iran Ditunggu

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 22:53 WIB
Uni Eropa mengatakan Selasa (9/8) bahwa mereka mengharapkan Teheran dan Washington untuk sangat cepat menanggapi teks final yang...
AFP/Anwar Amro.

Hizbullah Peringatkan Israel tidak Serang Milisi Palestina di Libanon

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 22:42 WIB
Pemimpin Hizbullah Libanon Sayyed Hassan Nasrallah, Selasa (9/8), memperingatkan Israel agar tidak memperluas target serangannya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya