Rabu 23 Juni 2021, 09:02 WIB

41 Juta Orang di Dunia Terancam Kelaparan

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
41 Juta Orang di Dunia Terancam Kelaparan

AFP/ESSA AHMED
Seorang anak penderita malnutrisi tidur di sebuah pusat perawatan di Provinsi Hajjah, Yaman.

 

PROGRAM Pangan PBB (WFP) memperingatkan bahwa sekitar 41 juta orang di seluruh dunia berada dalam risiko kelaparan, sementara setengah juta lainnya sudah mengalami kondisi kelaparan.

WFP menuturkan melonjaknya harga makanan pokok menambah tekanan pada ketahanan pangan.

"Kami sekarang memiliki empat negara tempat kondisi seperti kelaparan hadir. Sementara itu, 41 juta orang benar-benar sedang mengetuk pintu kelaparan," kata direktur eksekutif WFP David Beasley.

Baca juga: Taliban Rebut Perbatasan Utama Afghanistan dengan Tajikistan

WFP mengatakan perlu segera mengumpulkan dana sebesar US$6 miliar untuk menjangkau mereka yang berisiko di 43 negara.

"Kami membutuhkan dana dan kami membutuhkannya sekarang," tegas Beasley.

Setelah menurun selama beberapa dekade, kelaparan dunia meningkat sejak 2016, didorong oleh konflik dan perubahan iklim.

Pada 2019, 27 juta orang berada di ambang kelaparan, menurut WFP, tetapi sejak pandemi covid-19 pada 2020 lalu, kondisi ini semakin parah.

Angka PBB menunjukkan harga pangan dunia naik pada Mei ke level tertinggi dalam satu dekade, dengan kebutuhan dasar seperti sereal, minyak sayur, produk susu, daging, dan gula naik 40% dibandingkan tingkat tahun lalu.

Depresiasi mata uang di negara-negara seperti Lebanon, Nigeria, Sudan, Venezuela, dan Zimbabwe menambah tekanan itu dan mendorong harga lebih tinggi, memicu kerawanan pangan.

Kondisi seperti kelaparan hadir tahun ini di Ethiopia, Madagaskar, Sudan Selatan, dan Yaman, serta di kantong Nigeria dan Burkina Faso.

Tapi Beasley memperingatkan agar tidak memperdebatkan angka kematian seperti yang terjadi di Somalia pada 2011 ketika 130.000 orang, setengah dari jumlah korban kelaparan, telah meninggal pada saat kelaparan diumumkan.

WFP mengatakan sekitar 9% populasi dunia atau setara dengan hampir 690 juta orang tidur dalam keadaan lapar setiap malam. (Straitstimes/OL-1)

Baca Juga

AFP

PM Kamboja Ingin Pulihkan Posisi Myanmar di ASEAN

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 07 Desember 2021, 15:24 WIB
Myanmar berada dalam kekacauan dan ekonominya lumpuh sejak para jenderal menggulingkan pemerintah sipil Aung San Suu Kyi pada...
Handout / Ukrainian presidential press-service / AFP

Biden Ancam Putin dengan Sanksi Ekonomi Terkait Krisis Ukraina

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 07 Desember 2021, 13:58 WIB
Presiden AS Joe Biden akan memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin tentang konsekuensi ekonomi yang parah jika Rusia melanjutkan...
 Kirill KUDRYAVTSEV / AFP

Dianggap Promosikan ujaran Kebencian, Facebook Dituntut Pengungsi Rohingya US$150 miliar

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 07 Desember 2021, 13:34 WIB
Kelompok mayoritas Muslim itu menghadapi diskriminasi yang meluas di Myanmar, di mana mereka dihina sebagai penyelundup meskipun telah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya