Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH serangan bom bunuh diri mengguncang pusat Kota Kabul,
ibu kota Afghanistan, kemarin. Bom yang berasal dari sebuah truk tersebut menewaskan sedikitnya 28 orang dan melukai ratusan lainnya. Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di dekat kantor-kantor pemerintah tersebut.
Serangan mematikan di kawasan padat penduduk Puli Mahmood Khan, yang tidak jauh dari gedung kementerian pertahanan itu merupakan serangan besar pertama Taliban di ibu kota sejak mereka mencanangkan serangan awal tahun ini.
"Salah satu pengebom meledakkan truk sarat bahan peledak di tempat parkir umum tidak jauh dari gedung pemerintah," kata Kepala Polisi Kabul Abdul Rahman Rahimi.
"Akibatnya 28 orang tewas, sebagian besar warga sipil. Penyerang kedua baku tembak dengan pasukan keamanan sebelum ditembak mati," sambungnya.
Rahimi mengatakan serangan tersebut menyebabkan 183 orang terluka. Namun, kementerian kesehatan mengatakan korban luka hampir 330 orang.
Para pejabat keamanan Afghanistan mengatakan ledakan keras itu dipicu oleh sebuah bom yang berasal dari sebuah truk yang dikemudikan pelaku sendiri. Mereka juga menduga ada pelaku lainnya yang masih berkeliaran.
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengklaim pejuang mereka telah berhasil memasuki Kantor Badan Intelijen, Direktorat Keamanan Nasional. Namun, klaim itu dibantah para pejabat Afghanistan. Mereka mengatakan sasaran utama serangan itu ialah kantor pemerintah yang menyediakan keamanan bagi para pejabat penting. Taliban dikenal kerap membesar-besarkan klaim mereka di medan pertempuran.
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengecam serangan itu. "Serangan teroris seperti ini adalah tindakan pengecut dan tidak akan melemahkan kemauan dan tekad pasukan keamanan Afghanistan untuk memerangi terorisme," katanya.
Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menyebut serangan itu sebagai kejahatan perang dan berjanji untuk mengejar pelaku lainnya.
Pada Selasa (12/4), Taliban mengumumkan dimulainya musim serangan. Taliban memperingatkan bahwa mereka akan melancarkan serangan besar-besaran pada semua posisi musuh di seluruh negeri dalam serangan yang dijuluki Operasi Omari untuk menghormati almarhum pendiri gerakan Taliban Mullah Omar. Sasaran pertama di Kota Kunduz.
Kebangkitan Taliban memicu pertanyaan serius tentang kapasitas pasukan Afghanistan menumpas kelompok ini. Diperkirakan 5.500 tentara Afghanistan tewas tahun lalu, ini korban terbesar yang pernah ada.
Pembicaraan damai tahun lalu dihentikan setelah terungkap bahwa pemimpin Taliban Mullah Omar dinyatakan meninggal dua tahun lalu sebelumnya. (AFP/Ths/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved