Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Tim penyelamat Ekuador dibantu keluarga korban mengevakuasi dan mencari korban di antara puing-puing reruntuhan.
PEMERINTAH Jepang terus berjuang untuk mengevakuasi 100 ribu korban gempa yang terjadi Kamis (14/4) dengan kekuatan 6,2 pada skala Richter (SR) dan gempa susulan pada Sabtu (16/4) yang lebih besar dengan kekuatan 7,0 SR.
Di penampungan Takayuki Matsushita, Perfektur Kumamoto, Jepang, sekitar 117 ribu lebih warga ditampung. Jumlah itu belum termasuk para pengungsi yang berlindung di sejumlah penampungan pengungsian tidak resmi dan tinggal dalam mobil mereka.
Gempa yang menghancurkan wilayah Pulau Kyushu itu telah menewaskan 46 orang dan lebih dari 1.000 mengalami luka. Sebanyak 208 orang dilaporkan menderita luka serius.
Dengan besarnya jumlah warga yang terkena dampak gempa, Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe telah meminta aparat pemerintah bekerja keras mencari korban selamat dan melindungi para pengungsi.
Tidak hanya itu, Abe meminta bantuan para personel militer Amerika Serikat (AS) yang berada di wilayah Jepang untuk membantu pendistribusian kebutuhan pengungsi.
"Banyak orang yang cemas selama berhari-hari karena fasilitas di pusat evakuasi. Kami akan melanjutkan mengirim bantuan untuk individu yang terkena dampak (gempa)," kata Shinzo Abe.
Kini, sekutu Jepang, AS, menempatkan sekitar 50 ribu personel militer, baik pria maupun wanita, di pangkalan militer Jepang di 'Negeri Sakura'. Setelah gempa mengguncang, pasukan AS telah diterjunkan ke lokasi bencana.
Bahkan angkatan laut AS mengerahkan pesawat Osprey yang berbaling-baling dapat diputar. Pesawat itu pun dapat mendarat vertikal seperti helikopter.
Menteri Pertahanan Jepang, Jenderal Nakatani, mengatakan bahwa pesawat Osprey memiliki kemampuan mendistribusi bantuan kepada pengungsi di lokasi kejadian yang sulit dijangkau dengan kendaraan darat.
"Kapasitas Osprey, dengan kemampuan lepas landas vertikal, dibutuhkan untuk menyalurkan barang-barang ke lokasi terisolasi atau mengalami kemacetan lalu lintas," jelas Nakatani.
Seiring dengan besar jumlah korban gempa, otoritas Jepang telah memutuskan untuk menggunakan sebuah penjara di Kumamoto untuk dijadikan tempat penampungan korban sementara.
Pejabat dari Kementerian Kehakiman, Koichi Shima, mengatakan penjara itu menampung 250 korban gempa. Para korban itu ditempatkan di ruang latihan bela diri di lingkungan penjara. Hingga kemarin, sekitar 110 korban gempa masih tinggal dan ditampung di penjara tersebut. Di penjara Kumamoto itu juga masih tinggal sekitar 500 napi.
Bantu tim penyelamat
Dua hari berlalu setelah gempa berkekuatan 7,8 SR melanda Ekuador di Amerika Selatan, tim penyelamat dibantu keluarga korban mengevakuasi dan mencari korban di antara puing-puing reruntuhan, kemarin.
Kementerian Keamanan Ekuador menyatakan jumlah korban tewas bertambah menjadi 413 korban. Sebanyak 2.000 orang mengalami luka.
Presiden Ekuador Rafael Correa memprediksi jumlah korban tewas masih bertambah dalam beberapa jam ke depan. "Masih ada banyak mayat di antara reruntuhan," kata Correa.(AFP/AP/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved