Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kekeringan Kuras Lumbung Padi Dunia

Hym
19/4/2016 00:30
Kekeringan Kuras Lumbung Padi Dunia
(AFP / CHRISTOPHE ARCHAMBAULT)

THAILAND telah lama menjadi salah satu lumbung padi dunia.

Namun, bencana kekeringan kronis yang mendera negara di Asia Tenggara itu telah mengubah pertanian Thailand yang telah menjadi bagian dari cara hidup masyarakatnya selama bergenerasi.

Menurut AFP, kekurangan air dan bencana kekeringan di Thailand ialah yang terburuk dalam beberapa dekade.

Hal tersebut memengaruhi kehidupan masyarakat di 22 dari 76 provinsi 'Negeri Gajah Putih'.

Akibatnya, titel produsen beras terbesar dunia yang puluhan tahun di sandang Thailand telah beralih ke Vietnam.

Laddawan Kamsong ialah salah satu dari petani Thailand yang merasakan dampak buruk bencana kekeringan.

Untuk menjaga dapurnya tetap ngebul, ia mencoba menyiasati kekeringan dengan mengubah pola pertanian.

"Saya berencana untuk mengganti padi dengan jeruk," ungkapnya kepada AFP, setelah menghadiri lokakarya yang diadakan pemerintah untuk mengajak para petani untuk mendiversifikasi tanaman mereka.

Dalam program diversifikasi itu, pemerintah junta yang berkuasa di Thailand mendorong masyarakat untuk menanam tanaman yang membutuhkan sedikit irigasi.

Thailand merupakan salah satu eksportir beras utama dunia.

Namun, intensitas curah hujan yang berada di bawah rata-rata dalam empat tahun berturut-turut telah menguras cadangan air dan mencekik kuantitas produksi padi mereka.

Akibatnya banyak petani yang terlilit utang.

Di lokakarya yang diadakan di lapangan di Provinsi Nonthaburi dekat Bangkok, Laddawan mengatakan ia mencoba budi daya pohon buah-buahan.

Sementara itu, di wilayah lain, masyarakat disarankan menanam tebu atau kacang polong.

"Kami tidak punya pilihan, kita perlu beradaptasi," kata Laddawan. Biasanya, Laddawan menanam padi tiga kali per tahun.

Namun, karena masalah kekeringan, kini ia hanya mampu menanam padi satu kali setahun.

Pemerintah mengatakan minimnya curah hujan memengaruhi sistem irigasi petani dan menguras persediaan air di bendungan-bendungan di seluruh negeri.

"Volume air di tempat-tempat penyimpanan kurang dan sekarang kami perkirakan musim hujan tahun ini akan tertunda karena badai El Nino," kata Suphot Tovichakchaikul, yang memimpin departemen manajemen air di negara itu.

Menurut sebuah studi oleh University of the Chamber of Commerce, kekeringan bisa memangkas antara 0,5 dan 0,8% pertumbuhan produk domestik bruto (GDP) Thailand, dengan produksi beras tahunan diperkirakan turun hampir 30% menjadi 25 juta ton.

Dalam merespons krisis kekeringan itu, Thailand mencoba memodifikasi cuaca dengan mengerahkan Royal Rainmakers, yaitu tim udara yang menebarkan benih awan di wilayah negara kerajaan itu.

Pihak Department of Royal Rainmaking mengirimkan pesawat-pesawat mereka untuk mencoba memodifikasi awan agar memproduksi hujan.

"Langkah pertama ialah membuat awan dengan menyemprotkan bubuk garam," ujar Wiraphon Sudchada, ilmuwan yang merupakan bagian dari tim itu. "Kami juga menyemprotkan es di bawah awan sehingga hujan bisa lebih cepat terjadi," pungkasnya.(AFP/France24/Hym/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya