Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Iran Hassan Rouhani, Rabu (2/6), mengatakan terobosan dalam pembicaraan di Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir membutuhkan kemauan di luar kekuasaannya.
Rouhani adalah arsitek utama Iran dari perjanjian nuklir 2015 yang disepakati bersama beberapa negara kekuatan dunia.
Namun, keputusan akhir mengenai negosiasi Wina, yang sedang berlangsung itu, berada di tangan pemimpin tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Baca juga: Kapal Angkatan Laut Iran Tenggelam usai Terbakar di Teluk Oman
"Masalah utama kami dengan Amerika Serikat dalam negosiasi ini telah diselesaikan dan hanya ada beberapa masalah kecil yang tersisa, saat kami akan bernegosiasi dan menghasilkan hasil," kata Rouhani, pada pertemuan kabinet yang disiarkan di televisi.
“Kalau ada kemauan di pemerintahan sekarang, hal itu sudah selesai,” imbuhnya.
Rakyat Iran akan memberikan suara pada 18 Juni mendatang untuk pemilihan presiden baru.
Rouhani telah menjabat maksimum dua masa jabatan berturut-turut yang diizinkan berdasarkan konstitusi. Dia akan menyerahkan kekuasaan pada Agustus mendatang.
Negosiasi telah berlangsung sejak April lalu di ibu kota Austria antara Iran dan anggota yang tersisa untuk kesepakatan, Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, dan Rusia.
Mikhail Ulyanov, utusan Rusia pada pembicaraan tersebut, mengatakan melalui Twitter bahwa mereka telah mencapai titik saat berbagai negara perlu berkonsultasi dengan ibu kota mereka masing-masing.
Negosiasi tersebut telah dihentikan pada Rabu (2/6) tetapi akan dilanjutkan pada akhir minggu depan, tambahnya.
Negosiator Uni Eropa Enrique Mora, yang memimpin pembicaraan di Wina, mengatakan kepada wartawan, Rabu (2/6) bahwa dia berharap itu akan menjadi putaran terakhir negosiasi.
"Tapi kami akan terus bekerja dan saya yakin pada putaran berikutnya minggu depan kami akhirnya akan mencapai kesepakatan," tambahnya.
Di Washington, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jalina Porter berbicara tentang kemajuan, sambil memperingatkan bahwa mencapai kesepakatan bukanlah proses yang cepat atau mudah. (AFP/OL-1)
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa Program FIRST bukan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
Skandal besar guncang Tiongkok. Jenderal Zhang Youxia diduga bocorkan rahasia nuklir ke AS dan terlibat korupsi.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
Nuklir bukan hanya untuk energi, namun juga untuk kesehatan dan riset medis
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved