Kamis 03 Juni 2021, 09:48 WIB

Rouhani: Kembalinya Kesepakatan Nuklir Iran Tergantung Kemauan

Lidya Tannia Bangguna | Internasional
Rouhani: Kembalinya Kesepakatan Nuklir Iran Tergantung Kemauan

AFP/Iranian Presidency
Presiden Iran Hassan Rouhani

 

PRESIDEN Iran Hassan Rouhani, Rabu (2/6), mengatakan terobosan dalam pembicaraan di Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir membutuhkan kemauan di luar kekuasaannya.

Rouhani adalah arsitek utama Iran dari perjanjian nuklir 2015 yang disepakati bersama beberapa negara kekuatan dunia.

Namun, keputusan akhir mengenai negosiasi Wina, yang sedang berlangsung itu, berada di tangan pemimpin tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Baca juga: Kapal Angkatan Laut Iran Tenggelam usai Terbakar di Teluk Oman

"Masalah utama kami dengan Amerika Serikat dalam negosiasi ini telah diselesaikan dan hanya ada beberapa masalah kecil yang tersisa, saat kami akan bernegosiasi dan menghasilkan hasil," kata Rouhani, pada pertemuan kabinet yang disiarkan di televisi.

“Kalau ada kemauan di pemerintahan sekarang, hal itu sudah selesai,” imbuhnya.

Rakyat Iran akan memberikan suara pada 18 Juni mendatang untuk pemilihan presiden baru.

Rouhani telah menjabat maksimum dua masa jabatan berturut-turut yang diizinkan berdasarkan konstitusi. Dia akan menyerahkan kekuasaan pada Agustus mendatang.

Negosiasi telah berlangsung sejak April lalu di ibu kota Austria antara Iran dan anggota yang tersisa untuk kesepakatan, Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, dan Rusia.

Mikhail Ulyanov, utusan Rusia pada pembicaraan tersebut, mengatakan melalui Twitter bahwa mereka telah mencapai titik saat berbagai negara perlu berkonsultasi dengan ibu kota mereka masing-masing.

Negosiasi tersebut telah dihentikan pada Rabu (2/6) tetapi akan dilanjutkan pada akhir minggu depan, tambahnya.

Negosiator Uni Eropa Enrique Mora, yang memimpin pembicaraan di Wina, mengatakan kepada wartawan, Rabu (2/6) bahwa dia berharap itu akan menjadi putaran terakhir negosiasi.

"Tapi kami akan terus bekerja dan saya yakin pada putaran berikutnya minggu depan kami akhirnya akan mencapai kesepakatan," tambahnya.

Di Washington, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jalina Porter berbicara tentang kemajuan, sambil memperingatkan bahwa mencapai kesepakatan bukanlah proses yang cepat atau mudah. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP

Biden Akan Bahas Ukraina dengan Sekutu NATO

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 09 Desember 2021, 08:25 WIB
Presiden AS Joe Biden menelepon anggota NATO Eropa Timur pada Kamis (9/12) untuk membahas KTT-nya secara daring dengan Presiden Rusia...
DOK Salesforce.

Salesforce Donasikan Rp7,2 Miliar untuk UNICEF di Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Desember 2021, 07:48 WIB
UNICEF akan menggunakan bantuan dari Salesforce untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak di Indonesia, khususnya perempuan...
AFP/Daniel LEAL

Inggris Perketat Pembatasan Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 09 Desember 2021, 06:37 WIB
Johnson mengatakan tingkat kasus covid-19 varian Omicron berlipat ganda setiap dua hingga tiga hari sehingga mengancam daya tampung rumah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya