Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN menggelar parade militer bersamaan dengan peringatan Hari Angkatan Bersenjata negara itu, kemarin.
Kali ini 'Negeri para Mullah' tersebut memamerkan sistem pertahanan udara yang dipesan dari Rusia.
Sistem pertahanan yang ditunjukkan dalam parade militer itu ialah S-300 yang telah dipesan dari Rusia sejak 2007.
Namun, pesanan sistem pertahanan udara sempat ditunda selama 3 tahun.
Rusia membatalkan menjual senjata itu kepada Iran berhubungan dengan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang terkait program nuklir Iran.
Namun, sejak Januari lalu, Iran dan enam negara adidaya telah mencapai kesepakatan soal program nuklir mereka.
Seiring dengan pencabutan sanksi ekonomi dan sanksi lainnya, Iran pun kembali mendapat senjata dari adidaya Rusia.
Kantor berita semiresmi Iran, ISNA, melaporkan misil S-300 dan peralatan radar dipamerkan dalam ajang parade militer yang digelar di wilayah selatan Kota Iran, kemarin.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa sistem pertahanan udara yang dibeli dari Rusia untuk membela diri dari ancaman musuh.
Sistem pertahanan itu akan digunakan untuk menangkal serangan terhadap fasilitas nuklirnya.
Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) dan Israel tidak menyukai sistem pertahanan udara S-300 yang dimiliki Iran.
Kedua negara balik menuduh Rusia hanya ingin mendapat pengaruh dan dukungan dari Iran.
Dalam acara parade militer, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, "Kekuatan militer, politik, dan ekonomi bukan untuk mengancam negara tetangga dan negara dunia Islam." (AFP/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved