Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kenangan Pahit Chernobyl 30 Tahun Lalu

18/4/2016 00:45
Kenangan Pahit Chernobyl 30 Tahun Lalu
(AFP / Genya SAVILOV)

KENANGAN pahit masih melekat dalam benak Igor Magala.

Ketika itu, mulutnya menghirup udara yang mengandung logam.

Penderitaan itu dialami saat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl mengalami kebocoran pada 26 April 1986 pagi hari.

Pada malam sebelum kejadian, Magala yang menjabat wakil pemimpin PLTN menerima telepon.

Dalam percakapan via telepon, Magala mendapat informasi mengenai adanya kebocoran di PLTN Chernobyl.

Ia diminta membantu mengatasi hal itu.

Setelah 30 tahun berlalu, Magala kembali ke area Chernobyl.

Namun, untuk mendekati area PLTN itu, ia bersama sejumlah tentara harus berjalan hati-hati dan pelan-pelan.

"Pada mulanya, tak ada informasi sama sekali. Semuanya disembunyikan dan kemudian diklasifikasikan sebagai rahasia," kenang Magala yang kini berusia 78 tahun kepada AFP.

"Saya pikir saya akan kembali dalam sepekan. Ternyata berubah bahwa saya harus tetap tinggal (tidak boleh kemana-mana) sampai lebih dari satu tahun," ujar Magala sambil berdiri di sebuah area taman di kampung halamannya, Kiev, Ukraina, kemarin.

Magala tidak tahu banyak apa yang terjadi saat itu, tetapi beberapa jam sebelumnya, ia mengetahui reaktor nomor empat yang dipernah dibuatnya meledak saat dilakukan uji keamanan.

Di bawah kendali otoritas Uni Soviet, insiden kebocoran PLTN Chernobyl, radiasi asap yang beracun, dan kilat sinar reaktor tidak boleh diberitakan. Semua yang terjadi harus dirahasiakan.

"Ada pilar sinar merah dan saat malam hari sangat terlihat jelas," jelas Magala yang menyaksikan langsung saat PLTN Chernobyl mengalami kebocoran.

"Bahkan, sinar merah itu masih terlihat dalam beberapa hari."

Magala ialah satu dari 600 ribu orang yang disebut sebagai 'likuidator'.

Likuidator ialah mereka yang sebagian besar terdiri atas tentara, polisi, petugas pemadam kebakaran, dan pegawai negeri yang dikirim pemerintah Moskow untuk membersihkan reaktor yang bocor setelah kejadian selama beberapa tahun.

"Tidak ada perlengkapan pelindung. Semuanya datang. Hanya mengerjakan sebuah tugas," kata Magala.

Mereka yang bekerja di area PLTN Chernobyl pascainsiden berada dalam tekanan.

Peralatan listrik padam akibat radiasi.

"Sejumlah petugas pemadam kebakaran yang terkena radiasai ialah kelompok pertama. Kendati alat tidak berfungsi, mereka harus tetap bekerja," kenang Magala.

Namun, setelah empat hari bekerja, tim termasuk Magala merasa tenang karena hal yang sangat menakutkan tidak ditemukan. (AFP/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya