Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Myanmar yang baru dilantik pertengahan bulan lalu, Htin Kyaw, membebaskan puluhan tahanan politik bersamaan dengan perayaan Tahun Baru Myanmar, kemarin.
Sebagai pemimpin pemerintahan Myanmar sipil pertama, Kyaw tengah berusaha menghapus belenggu militer yang telah mencengkeram negaranya selama setengah abad.
Sebagaimana yang digaungkan tokoh demokrasi demokrasi, Aung San Suu Kyi, Kyaw telah berjanji untuk memprioritaskan pembebasan sejumlah tahanan politik yang dipenjarakan pemerintah junta.
"Menurut dokumen kami, ada 63 tahanan politik yang dibebaskan dari sejumlah penjara," kata Asosiasi Bantuan Tahanan Politik (APP).
Di sisi lain, data resmi pemerintah menyebutkan 83 orang akan dibebaskan.
Namun, dalam pembebasan itu, tidak disebutkan berapa banyak tahanan politik yang dibebaskan.
Langkah Presiden Kyaw dianggap sebagai langkah besar pertama dalam karier politiknya sebagai kepala negara.
"Amnesti ini diberikan dengan tujuan membuat orang merasa bahagia dan damai serta rekonsiliasi nasional selama tahun baru," ucap Kyaw.
Selama hampir dua minggu, masyarakat Myanmar merayakan tahun baru atau perayaan umat Buddha yang dikenal sebutan Thingyan.
Perayaan tahun baru lokal itu biasa jatuh pada pertengahan April.
Di antara mereka yang menerima amnesti presiden itu ialah lima wartawan yang dijatuhi hukuman 10 tahun penjara pada 2014 atas laporan menuduh militer memproduksi senjata kimia.
"Kami melihat ke depan bahwa ada kabar baik dari pemerintahan yang baru ini," kata Yarzar Oo, salah satu wartawan dari Unity Weekly News kepada AFP setelah dibebaskan dari Penjara Pakokku di wilayah Magway. (AFP/Ths/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved