Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Korban Gempa masih Terjebak di Reruntuhan

Thomas Harming Suwarta
18/4/2016 00:15
Korban Gempa masih Terjebak di Reruntuhan
(AFP / KAZUHIRO NOGI)

TIM penyelamat terus berusaha keras menolong para korban gempa di Pulau Kyushu, Jepang, yang masih terjebak atau dinyatakan hilang.

Mereka terus berjibaku menggali reruntuhan akibat gempa dan waspada dengan ancaman longsor yang datang sewaktu-waktu.

Setidaknya 41 orang dilaporkan tewas akibat gempa dua kali yang mengguncang Jepang.

Sebanyak 11 orang juga dinyatakan hilang dan dikhawatirkan terkubur di bawah reruntuhan rumah dan bangunan.

Sementara itu, perkiraan turun hujan deras di Prefektur Kumamoto ternyata tidak terjadi.

Pemberian bantuan kepada para korban pun dapat kembali diintensifkan kendati tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Akibat gempa dua kali, puluhan ribu warga 'Negeri Sakura' telah diungsikan ke tempat penampungan sementara.

Sekitar 25 ribu personel anggota tim penyelamat dikerahkan ke sejumlah desa untuk memberikan pertolongan, termasuk pencarian korban.

Di Desa Minami Aso sebagai daerah yang paling parah terkena dampak, puluhan anggota tim penyelamat terus bekerja menggali reruntuhan untuk mencari satu lagi korban yang masih dinyatakan hilang.

Di Minami Aso, terdapat empat rumah berdiri di punggung bukit dan satu rumah runtuh.

Seorang warga, Yoko Eto, 38, mengatakan tetangganya yang bernama Katashima ditemukan tewas bersama anjingnya.

Namun, hingga kemarin, istri Katashima masih belum ditemukan.

"Saya hanya bisa mendengar suara gemuruh segera setelah gempa," kata Yoko Eto kepada AFP.

"Saya berpikir mungkin bisa menemukan beberapa hal penting, seperti dokumen atau identitas. Tetapi saya hanya bisa menemukan album foto lama," ujarnya sambil menelusuri reruntuhan rumahnya.


Bantuan AS

Sampai saat ini, kurang lebih 90 ribu warga telah dievakuasi, termasuk 300 orang dari daerah dekat sebuah bendungan yang dianggap berisiko mengalami runtuh.

Pascagempa, desa-desa terpencil di daerah pegunungan benar-benar terputus akibat tanah longsor dan kerusakan jalan.

Rekaman udara menunjukkan sebuah jembatan yang menjadi penghubung di jalan utama ikut runtuh.

Pemerintah juga melaporkan terdapat beberapa lokasi yang terdapat longsoran tanah yang mengubur warga hidup-hidup.

Untuk itu, tim penyelamat diterjunkan ke lokasi-lokasi tersebut.

Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe mengatakan upaya penyelamatan harus pula melibatkan bantuan militer negara sekutunya, Amerika Serikat (AS).

"Kementerian pertahanan kami memberitahu bahwa militer AS akan menyediakan transportasi udara. Kami sangat berterima kasih atas tawaran tersebut," ucap Abe.

Di lain pihak, lebih dari 400 gempa susulan kecil telah mengguncang wilayah Kumamoto dan wilayah lain di Pulau Kyushu, wilayah yang langganan dilanda gempa.

Akibat gempa susulan itu, industri mobil raksasa Toyota mengumumkan telah menunda produksi perakitan kendaraan di pabriknya.

Tak hanya Toyota, perusahaan Honda mengatakan pabrik sepeda motornya di Kumamoto belum bisa beroperasi hingga besok. (AFP/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya