Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Jerman Incar Sektor Energi RI

Aya
15/4/2016 02:00
Jerman Incar Sektor Energi RI
(ANTARA/Sahrul manda Tikupadang)

INDONESIA dan Jerman segera meresmikan kerja sama di sektor energi dengan menandatangani sejumlah nota kesepahaman (MoU).

Kerja sama perdagangan dan investasi itu akan ditandatangani Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Jerman pada 17-18 April.

"Akan ada sejumlah penandatanganan beberapa MoU di sektor energi. Namun, ini belum sepenuhnya difinalisasi," kata Wakil Duta Besar Jerman untuk Indonesia Thorsten Hutter di Jakarta, kemarin.

Kerja sama di bidang energi tersebut, lanjut Hutter, termasuk penandatanganan kerja sama dengan salah satu perusahaan sektor tambang PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Nilai dan volume kerja sama keduanya terbilang besar. Namun, Hutter enggan menyebut besarannya.

Lawatan Jokowi ke Jerman merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya ke Eropa untuk meningkatkan kerja sama ekonomi.

Jokowi akan tiba di Berlin, Jerman, Minggu (17/4) malam, dan melakukan pertemuan dengan komunitas bisnis Jerman keesokan harinya.

Pukul 09.30 Jokowi dijadwalkan menyampaikan pidato pada pertemuan komunitas bisnis yang juga dihadiri oleh Ketua Asia-Pacific Community of German Business (APA).

Jokowi diagendakan bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Jerman Joachim Gauck.

Panel terkait dengan bisnis dan infrastruktur juga akan berlangsung di hari yang sama.

"Akan ada dua panel pada kunjungan Jokowi kali ini, yaitu di bidang bisnis dan infrastruktur. Perusahaan mesin terbesar Jerman Siemens AG disebut akan hadir," tambah Hutter.

Data Kementerian Perdagangan menyebut tren total perdagangan Indonesia-Jerman pada 2014-2015 menurun 17,32%, dari US$6,91 miliar menjadi US$6,13 miliar.

Pertumbuhan ekspor Indonesia ke Jerman hanya tumbuh 0,18%, sementara impor anjlok 27,54%.

Baik aktivitas impor dan ekspor didominasi oleh sektor nonmigas.

Selain isu ekonomi, pihak Kedutaan Besar Jerman di Jakarta mengatakan, meski peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi menjadi fokus utama pembicara-an pemimpin kedua negara, isu konflik di Timur Tengah dan gelombang migran juga akan dibahas.

Di samping itu, soal terorisme pun akan dibahas dalam pertemuan Jokowi dengan Presiden Gauck.

Setelah lawatan ke Jerman berakhir, Jokowi akan bertolak ke Inggris selama dua hari dan melanjutkan perjalanan ke Belanda.

Selanjutnya, Belgia menjadi tujuan pertemuan bilateral presiden.

Di negeri itu, Jokowi akan bertemu Raja Belgia Philipe, Perdana Menteri Belgia Charles Michel, Ketua Uni Eropa Donald Tusk, dan Presiden Parlemen Eropa Martin Schulz. (Aya/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya