Selasa 11 Mei 2021, 13:33 WIB

Thailand Cari Solusi 'Kemanusiaan' untuk Tiga Wartawan Myanmar

mediaindonesia.com | Internasional
Thailand Cari Solusi

Ye Aung THU / AFP
Polisi Myanmar menangkap wartawan dari Myanmar Now, Kay Zon Nwe, di Yangon, Myanmar, pada 27 Februari 2021 saat unjuk rasa.

 

PEMERINTAH Thailand, Selasa (11/5), mengatakan pihaknya sedang mencari solusi "kemanusiaan" bagi tiga wartawan Myanmar yang ditangkap setelah melarikan diri melintasi perbatasan secara ilegal  untuk menghindari tindakan kekerasan yang dilakukan  junta militer Myanmar.

Tiga petinggi Democratic Voice of Burma (DVB) dan klub koresponden asing Thailand mendesak pihak berwenang Thailand untuk tidak mendeportasi  tiga wartawan Myanmar.

Pasalnya tiga wartawan yang melarikan diri dan masuk Thailand secara ilegal untuk menghindari pengejaran dan penangkapan aparat keamanan Myanmar. Jika mereka dideportasi ke Myamar yang dilanda kudeta militer, akan membahayakan keselamatan mereka.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021.

Kudeta militer yang dipimpin panglima militer Jenderal Senior Min Aung Hlaing  pun memicu gelombang protes massal yang menuntut penegakan demokrasi dan menolak kudeta militer.

Dalam upaya meredam dan membubarkan unjuk rasa anti-kudeta, aparat militer dan polisi  Myanmar melepaskan tembakan ke arah demonstran dan menangkap para demonstran serta menangkap sejumlah wartawan yang bersikap kritis.

Pihak berwenang Thailand pada hari Selasa (11/5) telah mengonfirmasi penangkapan tersebut. Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Thailand Tanee Sangrat mengatakan mereka sedang mencari jalan keluar dari kasus tersebut.

"Pihak berwenang Thailand yang bersangkutan sedang berkoordinasi untuk menemukan kemungkinan solusi kemanusiaan untuk kasus ini," kata Tanee kepada wartawan.

DVB mengatakan tiga wartawan Myanmar ditangkap saat berada  di Kota Chiang Mai, Thailand. Rencananya hari ini atau Selasa (11/5), mereka akan muncul di pengadilan untuk menghadapi dakwaan memasuki Thailand secara ilegal.

"DVB mendesak pihak berwenang Thailand untuk tidak mendeportasi mereka kembali ke Burma, karena nyawa mereka akan dalam bahaya serius jika mereka kembali," kata Aye Chan Naing, Pemimpin Redaksi DVB yang berbasis di Oslo, Norwegia.

Klub Koresponden Asing Thailand, Selasa (11/5), memperingatkan bahwa jika wartawan dideportasi, mereka akan menghadapi "penangkapan dan penganiayaan tertentu, jika tidak lebih buruk".

"Dunia sedang mengamati apa yang dilakukan pihak berwenang Thailand dalam kasus penting kebebasan pers di Myanmar dan kawasan itu," katanya.

Sebuah organisasi berita terkenal di Myanmar, DVB, mulai beroperasi di Myanmar pada 2021. Sebelumnya kudeta, DVB melakukan siaran televisi dan radio secara bebas.

Namun sejak kudeta militer, kebebasan pers dan kemerdekaan bersuara serta mengeluarkan pendapat dibungkam oleh junta Myamar. Pada Maret 2021, izin operasi DVB pun dicabut penguasa Myanmar.

Sejak kudeta yang terjadi 1 Februari 2021,  lebih dari 80 jurnalis telah ditahan. Tak hanya itu, kelompok pemantau dan aktivis demokrasi mencatat sekitar 5.000 orang ditangkap aparat keamanan Myanmar. (AFP/OL-09)

Baca Juga

AFP/NARINDER NANU

Rekor, India Capai 22 juta Suntikan Vaksin Covid-19 di Ultah PM Narendra Modi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 18 September 2021, 11:43 WIB
Jumlah vaksinasi harian terbaik sebelumnya adalah 14 juta pada bulan Agustus. Kini mencapai rekor dengan 22 juta suntikan per...
Ilustrasi

Prancis Tarik Duta Besarnya di Australia dan AS

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 18 September 2021, 11:18 WIB
Menlu Jean-Yves Le Drian mengatakan Presiden Emmanuel Macron memerintahkan penarikan kembali para utusan setelah Canberra membatalkan...
medcom

AS Akui Serangan di Kabul Tewaskan 10 Warga Sipil bukan Militan ISIS

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 18 September 2021, 09:45 WIB
Serangan itu, kata McKenzie, dimaksudkan untuk menargetkan operasi ISIS yang diduga oleh intelijen AS bertujuan untuk menyerang bandara...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ramai-Ramai Abai Laporkan Kekayaan

KPK mengungkap kepatuhan para pejabat membuat LHKPN tahun ini bermasalah. Akurasinya juga diduga meragukan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya